Di hadapan para pelaku industri dan pejabat pemerintah lokal
Australia, Dida menggarisbawahi posisi Sunut sebagai mitra provinsi (provincial counterpart) yang paling siap dan strategis dalam memfasilitasi arus perdagangan bilateral.
"Indonesia dan Australia, khususnya Negara Bagian Victoria, memiliki komplementaritas ekonomi yang sangat tinggi," kata Dida.
Dia bilang, Sumut siap menyuplai produk-produk komoditas unggulan dan manufaktur ke pasar Australia, plus menjadi pintu masuk utama bagi Victoria ke Indonesia bagian barat.
"Termasuk untuk beragam produk, kemudian teknologi, dan investasi yang berstandar tinggi," ujar Dida lagi.
Baca Juga:
Lebih lanjut Dida mengungkapkan secara rinci analisis kebutuhan impor Indonesia serta kapasitas suplai komoditas ekspor Sumatera Utara.
Pendekatan berbasis lima sektor ini dirancang untuk menciptakan hubungan dagang yang seimbang, saling menguntungkan, dan berdampak langsung pada penguatan industri daerah.
Selain tampil di forum bisnis Bendigo, rangkaian agenda diplomasi ekonomi Kadin Sumut di Australia juga diperkuat melalui pertemuan bilateral dengan Victorian Chamber of Commerce and Industry di Melbourne.
Baca Juga:
Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kemitraan dagang B2B, perluasan akses pasar komoditas ekspor Sumut, serta peluang investasi teknologi industri antar-kamar dagang.
Melalui panggung Business Matching Forum di Bendigo serta kolaborasi erat bersama Victorian Chamber of Commerce, Dida bilang, Kadin Sumut membuktikan komitmennya untuk membawa dunia usaha Sumut naik kelas ke kancah internasional.

"Kami optimistis rangkaian dialog strategis ini segera mewujudkan transaksi konkret dan kemitraan jangka panjang," tegas
Firsal Dida Mutyara.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar