Kamis, 15 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Terungkap Penyebab Lonjakan Inflasi Sumut September 2025, Pengamat Sarankan Begini!

Hendrik Hutabarat - Kamis, 02 Oktober 2025 15:33 WIB
Terungkap Penyebab Lonjakan Inflasi Sumut September 2025, Pengamat Sarankan Begini!
Dok. pribadi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, saat memberikan paparan soal kondisi inflasi di Sumut untuk periode September 2205.
Medan, asatupro.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut memastikan kalau inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) pada September 2025 sebesar 5,32 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,11.

Di saat yang sama, kata Asim Saputra selaku Kepala BPS Sumut, provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Bobby Afif Nasution ini mengalami inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) dari September ke Agustus 2025 sebesar 0,65 persen, serta tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 3,60 persen.

Menurut Asim Saputra kepada para wartawan di kantor BPS Sumut, Jalan Asrama, Medan, Rabu (1/10/2025), inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok pengeluaran

"Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 11,38 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,11 persen," tutur Asim Saputra lebih lanjut.

Baca Juga:

Kemudian, kata dia lagi, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,68 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen.


Baca Juga:

Lalu, kelompok kesehatan sebesar 3,09 persen; kelompok transportasi sebesar 0,79 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.

Berikutnya adalah pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,59 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,81 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,49 persen.

"Serta pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,17 persen," ungkap Asim Saputra selaku Kepala BPS Sumut.

Menanggapi perkembangan itu, Gunawan Benjamin selaku pengamat ekonomi heran melihat sikap pasif dari pemerintah daerah (Pemda), baik pemerintah kabupaten (Pemkab) maupun pemerintah kota (Pemko).

Menurut pengajar di sejumlah kampus ternama di kota Medan ini, sebenarnya Pemda di Sumut bisa melakukan upaya untuk meredam gejolak inflasi di masa mendatang.


"Tidak sulit untuk melihat potensi gejolak harga ke depan dengan melihat pola tanam, perubahan cuaca hingga pola belanja," saran Gunawan Benjamin.

"Pemda itu seharusnya bisa lebih berhati-hati di saat deflasi atau tren penurunan harga terjadi dalam suatu periode tertentu," sambung Gunawan Benjamin lagi

Di saat deflasi terjadi secara berturut-turut, kata dia lagi, maka yakinlah inflasi besar akan terjadi pada periode berikutnya.

"Dan di saat deflasi beruntun itu terjadi, di saat itu pula kita sudah persiapkan kebijakan untuk memitigasi inflasi," ucap pria berwajah klimis ini.

Dia bilang, hal itu adalah jargon bagi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga. Jadi ada upaya jauh hari yang dilakukan sebelum semuanya terlambat.


Dia mengakui memang ada upaya pemerintah untuk memitigasi kenaikan harga salah satunya dengan gerakan pangan murah (GPM), namun hal itu dilakukan masih terkonsentrasi pada komoditas beras.

Walaupun memang beras ini, ujar Gunawan Benjamin, memiliki urgensi untuk dikendalikan harganya. Tetapi GPM bisa diperluas pada komoditas lainnya, dan tidak hanya di hilir saja.

Kebijakan pelaksanaan GPM, tukas Gunawan Benjamin, semestinya juga bisa dilakukan di sektor hulu dengan cara memastikan kalau produksi pangan di Provinsi Sumut tersedia di masa mendatang.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ramces Pandiangan Seret Dugaan Pengerusakan ke Ranah Hukum, Laporan Resmi Masuk Polda Sumut
Dugaan Jual Beli Jabatan Kasubbag TU Kemenag Medan Disorot, Forum Warga Bersatu Desak Klarifikasi dan Pemeriksaan
LMND Sumut dan Binjai Geruduk Balai Kota, Lempar 81 Telur Busuk; Desak Kejelasan CSR, Perbaikan Jalan, dan Evaluasi Pencopotan Kepling
Kapolda Sumut Silaturahmi ke Kodam I/BB, Perkuat Sinergi TNI-Polri Jaga Kondusivitas Wilayah
Buat Rumit Pelapor, Pelapor Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama “Lundu” Disebut Warga, Polres Tanah Karo Didesak Bertindak!
komentar
beritaTerbaru