Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
Daerah
Salak, Sidikalang,asatupro.com—Warisan batu bernama Mejan yang selama ini terpinggirkan, kini kembali disuarakan. Lewat film dokumenter berjudul " MEJAN , Menjaga Mejan, Menjaga Pakpak ", kisah kepemimpinan, marga, dan tanah ulayat Suku Pakpak ditampilkan ke masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.
Film berdurasi 40 menit ini didesiminasikan melalui pemutaran, nonton bersama, dan diskusi di dua titik budaya Pakpak pada 14–15 Agustus 2026, yakni di Gedung Serbaguna Kota Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Suak Simsim dan Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Kabupaten Dairi , Suak Keppas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dana Indonesiana 2025 yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP. Tujuannya jelas, memperluas akses masyarakat terhadap karya budaya dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya Pakpak.
Penggagas sekaligus penerima manfaat, Ikram Angkat, mengatakan produksi film dimulai sejak April 2026. Tim melakukan penelusuran selama berbulan-bulan ke 2 Provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, dan 5 Kabupaten, Dairi, Pakpak Bharat, Subulussalam, Singkil, Tapanuli Tengah, dan Humbang Hasundutan.
Baca Juga:
Mejan, Lebih dari Sekadar Patung Batu.Dalam tradisi Pakpak , Mejan bukanlah artefak biasa. Ia adalah simbol kepemimpinan yang melekat pada marga dan kampung atau Lebbuh dalam bahasa masyarakat Suku Pakpak.
"Setiap Lebbuh dulu punya Mejan. Jadi keberadaannya juga penanda tanah ulayat dan ruang hidup satu marga," jelas Ikram.
Jejak Mejan tersebar di lima Suak Pakpak , yakni Keppas, Pegagan, Simsim, Kelasen, dan Boang. Masing-masing memiliki karakter budaya dan dialek yang khas. Namun kondisinya memprihatinkan. Ada yang masih terpelihara, tapi banyak yang sudah rusak, dipindahkan, bahkan hanya tersisa pecahannya.
Baca Juga:
Tim bahkan mencari di sekitar Sungai Lae Simbellin, Kelurahan Sidiangkat dan menemukan pecahan Mejan yang sudah lama teronggok di area perladangan.
Untuk menggali cerita di balik batu itu, tim mewawancarai sekitar 20 narasumber dari berbagai latar, yakni akademisi, praktisi budaya, aparat desa, hingga keturunan pemilik Mejan.
Film ini menyorot bagaimana modernisasi, perubahan pola hidup, hingga pengaruh agama membuat Mejan semakin punah. Padahal hasilnya sangat dalam mengingat kenangan kolektif, identitas, dan hubungan masyarakat Pakpak dengan leluhur dan tanahnya.
"Yang hilang bukan hanya bendanya. Kalau tidak didokumentasikan, yang hilang adalah cerita tentang siapa kita dan dari mana kita berasal," tegas Ikram.

Usai pemutaran, digelar diskusi bersama narasumber Atur Pandapotan Solin, Melisa Padang, dan Ahmad Z Ujung. Peserta dari kalangan pelajar, pemuda, masyarakat, dan pemerhati budaya antusias bertanya soal proses produksi, kondisi Mejan saat ini, hingga strategi pelestarian.
Iwan Taruna Berutu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi , mengapresiasi langkah ini. "Ini langkah tepat mengenalkan Mejan sebagai bagian penting budaya Pakpak kepada generasi muda," ujarnya.
" MEJAN , Menjaga Mejan, Menjaga Pakpak " ingin menjadi jembatan. Mempertemukan pengetahuan para tetua dengan generasi muda, agar warisan ini tidak berhenti sebagai benda mati di ladang.
Harapannya, film ini menjadi pintu masuk bagi generasi sekarang untuk memahami bahwa di balik sebuah batu, ada sejarah panjang tentang kepemimpinan, marga, kampung, identitas, dan tanah ulayat masyarakat Pakpak. Karena menjaga Mejan, artinya menjaga Pakpak itu sendiri.
Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
Daerah
Jakarta, asatupro.com Disaksikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITS
Perkebunan
Tapanuli Selatan, Asatupro.com Baru sepekan melahirkan, Mariadi Telaumbanua, istri IG, harus menjalani pemeriksaan di Polres Tapanuli Se
Hukrim
Medan,asatupro.comDewan Pimpinan Wilayah Ikatan Media Online (DPW IMO) Indonesia Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pasukan Pengiba
Medan
Tapanuli Selatan, Asatupro.com Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) melaksanakan kegiatan Penegakan Ket
Daerah
HM Nezar Djoeli Minta KPK Kedepankan Fakta Hukum, Hindari Opini yang Berpotensi Membunuh Karakter Menhut Raja Juli Antoni
Nasional
Perang Melawan Narkoba! Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu
Hukrim
Pindah ke Pemprov Sumut, Ketua HARI Sumut Dukung Benny Sinomba Siregar
Medan
Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri
Pendidikan
Universitas Udayana Perkuat Pembelajaran Pupuk Organik Cair di P4S Kadek Organic Farm
Pendidikan