Jumat, 21 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak

Marolop Bintang - Kamis, 20 Agustus 2026 21:21 WIB
Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
Film Dokumenter "MEJAN, Menjaga Mejan, Menjaga Pakpak" Ungkap Jejak Kepemimpinan dan Identitas Suku Pakpak

Salak, Sidikalang,asatupro.com—Warisan batu bernama Mejan yang selama ini terpinggirkan, kini kembali disuarakan. Lewat film dokumenter berjudul " MEJAN , Menjaga Mejan, Menjaga Pakpak ", kisah kepemimpinan, marga, dan tanah ulayat Suku Pakpak ditampilkan ke masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.

Film berdurasi 40 menit ini didesiminasikan melalui pemutaran, nonton bersama, dan diskusi di dua titik budaya Pakpak pada 14–15 Agustus 2026, yakni di Gedung Serbaguna Kota Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Suak Simsim dan Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Kabupaten Dairi , Suak Keppas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dana Indonesiana 2025 yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP. Tujuannya jelas, memperluas akses masyarakat terhadap karya budaya dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya Pakpak.

Penggagas sekaligus penerima manfaat, Ikram Angkat, mengatakan produksi film dimulai sejak April 2026. Tim melakukan penelusuran selama berbulan-bulan ke 2 Provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, dan 5 Kabupaten, Dairi, Pakpak Bharat, Subulussalam, Singkil, Tapanuli Tengah, dan Humbang Hasundutan.

Baca Juga:

Mejan, Lebih dari Sekadar Patung Batu.Dalam tradisi Pakpak , Mejan bukanlah artefak biasa. Ia adalah simbol kepemimpinan yang melekat pada marga dan kampung atau Lebbuh dalam bahasa masyarakat Suku Pakpak.

"Setiap Lebbuh dulu punya Mejan. Jadi keberadaannya juga penanda tanah ulayat dan ruang hidup satu marga," jelas Ikram.

Jejak Mejan tersebar di lima Suak Pakpak , yakni Keppas, Pegagan, Simsim, Kelasen, dan Boang. Masing-masing memiliki karakter budaya dan dialek yang khas. Namun kondisinya memprihatinkan. Ada yang masih terpelihara, tapi banyak yang sudah rusak, dipindahkan, bahkan hanya tersisa pecahannya.

Baca Juga:

Tim bahkan mencari di sekitar Sungai Lae Simbellin, Kelurahan Sidiangkat dan menemukan pecahan Mejan yang sudah lama teronggok di area perladangan.

Untuk menggali cerita di balik batu itu, tim mewawancarai sekitar 20 narasumber dari berbagai latar, yakni akademisi, praktisi budaya, aparat desa, hingga keturunan pemilik Mejan.

Film ini menyorot bagaimana modernisasi, perubahan pola hidup, hingga pengaruh agama membuat Mejan semakin punah. Padahal hasilnya sangat dalam mengingat kenangan kolektif, identitas, dan hubungan masyarakat Pakpak dengan leluhur dan tanahnya.

"Yang hilang bukan hanya bendanya. Kalau tidak didokumentasikan, yang hilang adalah cerita tentang siapa kita dan dari mana kita berasal," tegas Ikram.


Usai pemutaran, digelar diskusi bersama narasumber Atur Pandapotan Solin, Melisa Padang, dan Ahmad Z Ujung. Peserta dari kalangan pelajar, pemuda, masyarakat, dan pemerhati budaya antusias bertanya soal proses produksi, kondisi Mejan saat ini, hingga strategi pelestarian.

Iwan Taruna Berutu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi , mengapresiasi langkah ini. "Ini langkah tepat mengenalkan Mejan sebagai bagian penting budaya Pakpak kepada generasi muda," ujarnya.

" MEJAN , Menjaga Mejan, Menjaga Pakpak " ingin menjadi jembatan. Mempertemukan pengetahuan para tetua dengan generasi muda, agar warisan ini tidak berhenti sebagai benda mati di ladang.

Harapannya, film ini menjadi pintu masuk bagi generasi sekarang untuk memahami bahwa di balik sebuah batu, ada sejarah panjang tentang kepemimpinan, marga, kampung, identitas, dan tanah ulayat masyarakat Pakpak. Karena menjaga Mejan, artinya menjaga Pakpak itu sendiri.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Izin Mati Sejak 2021! Putra Daerah "Si Matek Kuta" Soroti Tambang Dolomit di Tanah Pinem Masih Beroperasi Bebas
NT Corps Tanam 118 Hektare Kopi Arabika di Parbuluan, Ekonomi Dairi Siap Naik Kelas
Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional, Dairi Tanam Serentak Bersama Polri
Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-81, Paskibraka Dairi Sukses Tunaikan Tugas
277 Warga Binaan Rutan Sidikalang Dapat Remisi HUT RI ke-81, 14 Orang Langsung Bebas
Bupati Vickner Pimpin HUT RI Ke-81 di Stadion Utama, Paskibraka Dairi Sempurna Kibarkan Merah Putih
komentar
beritaTerbaru