Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Padangsidimpuan, Asatupro.com – Penggunaan alat berat berupa traktor di kawasan penebangan kayu di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menuai sorotan publik. Alat tersebut diduga merupakan traktor bantuan pertanian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang digunakan tidak sesuai peruntukan.
Dugaan itu mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas alat berat menyerupai traktor pertanian berada di lokasi penebangan kayu. Dalam unggahan tersebut, dengan narasi meminta Kapolri beserta jajarannya untuk menyita alat yang diduga bantuan pemerintah, serta mengingatkan agar penegakan hukum segera dilakukan guna mencegah tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat atau keluarga yang merasa dirugikan.
Terkait dugaan tersebut, wartawan mengonfirmasi langsung kepada pengusaha penebang kayu, Anggara Fatur Rahman Ritonga, yang didampingi ayahnya, Juswardi Ritonga, yang juga pernah menjabat KUPTD Benih Induk dan Aneka Tanaman Keduanya membantah keras bahwa alat berat yang digunakan merupakan bantuan dari sektor pertanian.
"Alat itu bukan bantuan dari pertanian. Traktor tersebut dibeli secara pribadi," ujar Anggara Fatur Rahman Ritonga saat dikonfirmasi, Senin sore (8/12/2025) dikediamannya di Sipirok.
Hal senada juga disampaikan oleh Ayah Anggara, Ia menegaskan bahwa traktor yang terlihat dalam dokumentasi tersebut bukan merupakan alat bantuan pertanian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
"Bukan alat bantuan. Itu alat yang dibeli, bukan inventaris atau bantuan dari pertanian provinsi," kata Juswardi Ritonga menegaskan, Senin sore saat bertemu dikediamannya di sipirok.
"Kalau pun dipakai alat bantuan pertanian itu, enggak akan kuat itu buat narik kayu," tambah Juswardi.
Meski demikian, isu ini tetap menyita perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum tetap melakukan pengecekan lapangan guna memastikan asal-usul alat berat tersebut.
Baca Juga:
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Bupati Tapanuli Selatan terlah merilis 11 BOS Penebang Kayu PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah) termasuk didalamnya , Anggara Fatur Rahman Ritonga.
Adapun 10 lainnya Bos Penebang Kayu diantaranya:
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Dana Desa Suka Julu Rp1,7 Miliar Disorot, Sejumlah Kegiatan Diduga Fiktif dan Tak Sesuai Pelaksanaan
Hukrim
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan
Rumah Tumbuh KKN Desa Gajah Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Edukatif bagi AnakAnak
Pendidikan
Uji komitmen "No Viral, No Justice", Kapolri Baru di Desak Segera Tolak Upaya Banding dan Jatuhkan PTDH Final Kepada Kompol DK
Peristiwa
Mahasiswa Soroti Dugaan Ketidakberesan LLTT, Tirtanadi Diminta Buka Data
Peristiwa
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Hukrim