KPPU dan UHN Dorong Pemahaman Hukum Persaingan Usaha melalui Kuliah Umum
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan mendorong peningkatan pemahaman ma
Pendidikan
Batu Bara,asatupro.com-Penanganan kasus dugaan korupsi Belanja Tak Terduga (BTT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batubara tahun 2022 menuai sorotan tajam. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara memang telah menahan mantan Kadis Kesehatan Wahid Khusyairi bersama dua pihak swasta, namun langkah itu dianggap setengah hati dan "terkesan tebang pilih".
Ketua Umum Forum Diskusi Mahasiswa Indonesia (FDMI), Awaluddin Nasution dengan tegas mendesak Kejari Batubara agar tidak berhenti hanya pada tiga tersangka. Ia menilai, mustahil praktik korupsi yang merugikan negara sebesar Rp1,158 miliar tersebut hanya melibatkan Kadis dan pihak swasta, tanpa keterlibatan pejabat lain di internal Dinkes.
"Dalam struktur pengelolaan anggaran, ada PPTK dr.Deni Syahputra dan PPK Elfandri yang justru memegang peran teknis dan strategis. Mustahil keduanya bersih dari perkara ini. Jika Kejari tidak berani memeriksa dan menetapkan mereka sebagai tersangka, maka jelas ada permainan dan keberpihakan," tegas Awaluddin, Jumat (26/9/2025).
Awaluddin mengingatkan, dana BTT yang diselewengkan justru dialokasikan pada masa pandemi Covid-19, ketika rakyat Batubara sedang berjuang menghadapi bencana yang melumpuhkan perekonomian.
Baca Juga:
"Korupsi di tengah bencana adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Semua yang terlibat harus ditindak tanpa pandang bulu," ujarnya.
Saat ini, Wahid Khusyairi dan dua pihak swasta ditahan di Lapas Kelas II A Labuhan Ruku. Mereka dijerat dengan **Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 serta Pasal 3 ayat (1) jo. Pasal 18 UU Tipikor. Namun, FDMI menilai Kejari Batubara sengaja "mengamankan" pejabat lain yang seharusnya ikut bertanggung jawab.
"Tidak ada alasan bagi Kejari untuk membiarkan pejabat lainnya yaitu PPK dan PPTK duduk manis di luar. Jika mereka dibiarkan, publik akan menilai Kejari Batubara memang bermain dalam kasus ini. Kami siap turun aksi ke Kejaksaan Agung dan menuntut pencopotan Kajari Batubara bila dugaan tebang pilih ini benar adanya," ancam Awaluddin.
Baca Juga:
Sebagai elemen civil society, FDMI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi. Namun, lembaga mahasiswa ini juga menegaskan akan terus mengawal kasus BTTBatubara agar tidak berhenti pada "Kambing Hitam" semata, melainkan menyeret seluruh aktor yang menikmati uang rakyat.
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan mendorong peningkatan pemahaman ma
Pendidikan
Perkuat Kontribusi Sosial dan Kelembagaan, Samsu Budiman Tanjung Pimpin DPP IKADLN Parmeraan Periode 20262031
Sosok
Damai di Jalur Kekeluargaan, Polrestabes Medan Resmi Terbitkan SP3 via Restorative Justice untuk Politisi DPRD Medan Antonius Tumanggor
Peristiwa
Ketum Gema Santri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Hindari Hoaks di Momen Maulid Nabi
Nasional
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Dandim 0208/Asahan dan Bupati Tinjau Kesiapan KDKMP di Sei Kamah Baru
Daerah
Bina Kemandirian Desa, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah TOGA Menjadi Produk Herbal
Pendidikan
Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Garuda dan Sumur Bor di Deliserdang
Daerah
Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Resmikan Budidaya Hidroponik dan Ikan Air Tawar
Medan
Oknum Pengacara "Jual Janji" Resmi Dilaporkan ke Polda Sumut, Diduga Tipu Keluarga Untuk Bebaskan Tersangka Tahanan Narkoba Sebesar Rp200 Jt
Peristiwa