Mengenal Darwin Simanjuntak: Sosok Pengabdi Masyarakat Tanpa Sekat di Batam yang Didorong Maju ke DPD RI
Mengenal Darwin Simanjuntak Sosok Pengabdi Masyarakat Tanpa Sekat di Batam yang Didorong Maju ke DPD RI
Sosok
Sabang,asatupro.com-Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) yang berlokasi tepatnya di Simpang Tiga Pasiran, Kelurahan Kuta Bawah Timur, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang.
Pujasera dibangun beberapa tahun yang lalu dengan menggunakan Dana Otonomi Khusus dengan Nilai Miliaran Rupiah, Yang merupakan Program Kerja dari Dinas Perindagkop & UKM Kota Sabang, Tujuan dari pembangunan Pujasera tersebut untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sabang, serta dijadikan salah satu Destinasi Pariwisata untuk Kota Sabang, agar nantinya dapat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, wisatawan lokal maupun masyarakat yang ingin berkunjung.
Baca Juga:Bila melihat tempat lokasi Pujasera Simpang Tiga Pasiran adalah tempat yang sangat strategis untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah Kota Sabang, namun ini bisa terlaksana jika ditata dan dikelolah dengan baik.
Pujasera harus dikelolah pemimpin yang berpengalaman, Harus memahami bagaimana menghidupkan kembali lokasi lokasi yang selama ini sudah mangkrak, sehingga menjadi lebih maju dan dapat menghasilkan dan menjadi Pendapatan Daerah Kota Sabang.
Sayangnya sampai saat ini Pujasera tersebut terkesan "Kumuh dan Berantakan" bagaikan potret Buram Pujasera.
Baca Juga:Kalau bercerita mengenai anggaran untuk kembali merehalibitasi Pujasera Simpang Tiga Pasiran, Pasti alasan Dinas terkait akan menyampaikan tidak punya anggaran, APBK Devisit ini yang sudah terhembus kepada masyarakat.
Saya tersenyum dengan hal ini, yang perlu adalah "Kebijakan dari Pimpinannya" dalam hal untuk mengambil sebuah keputusan, Bagaimana Pujasera dapat menguntungkan dan bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah Kota Sabang, walaupun itu kecil tapi pasti untuk selamanya, hasil pantauan Awak Media Online Asatupro.com, Asli Putra Daerah Kelahiran Kota Sabang saat melaksanakan kunjungan kerja kelokasi Pujasera, Kamis Siang (25/9/2025).
Menurut sumber, yang namanya tidak mau ditayangkan pada media ini, "Sependapat dengan hal diatas, untuk membenahi dan membangun demi untuk keindahan Kota Sabang, apalagi yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah, Harus diambil dengan kebijakan dan keputusan dari pimpinannya, harus matang dan jelas, apalagi yang dilakukan itu, untuk menata keindahan Kota Sabang, sebenarnya harus dilakukan dengan kebijakan-kebijakan brilian", Ungkapnya.
"Tapi semua ini tergantung pada pemimpinnya yang mau atau tidak membenahinya, Kebijakan itu diambil sesuai dengan kebutuhan yang sangat mendesak, Apalagi menyangkut dengan anggaran, Itu pasti bisa dialihkan jika memang sangat penting dan sangat dibutuhkan, ini pasti bisa diambil dengan kebijakan yang terbaik", Ungkapnya.
Kadisperindagkop & UKM langsung dikonfirmasi Asatupro.com lewat telpon selulernya menyangkut mengenai hal berita diatas pada hari Jum'at (26/9/2025) Pukul 11.37 WIB.
Disperindagkop & UKM menyampaikan "Bahwa Anggaran Tahun 2025, Tidak ada mengusulkan Anggaran untuk Rehalibitasi Pujasera Pasiran yang berlaamat di Kelurahan Kuta Bawah Timur, Namun Kami Disperindagkop & UKM Kota Sabang, akan kembali mengusulkan untuk Anggaran Rehalibitasi Pujasera Pasiran ditahun Anggaran 2026, Melalui Anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2026. Muda mudahan dapat disetujui dan dikabulkan agar dapat diproriataskan, sama seperti ucapan yang disampaikan oleh yang membidangi untuk program", Pungkasnya.
Mengenal Darwin Simanjuntak Sosok Pengabdi Masyarakat Tanpa Sekat di Batam yang Didorong Maju ke DPD RI
Sosok
Satreskrim Polrestabes Bireuen Diduga Rekayasa Kasus, Tetapkan Tersangka Pelaku Usaha Tak Sesuai Prosedur
Peristiwa
Medan, asatupro.com Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara (Sumut) mendorong percepatan hilirisasi komoditas dan peningkatan i
Ekonomi
Medan,asatupro.comKPPU Kanwil I melakukan kegiatan advokasi terkait Pelatihan Program Kepatuhan Persaingan Usaha Bagi Manajemen Grab Indone
Ekonomi
Jakarta, asatupro.com Pendekatan hukum adalah cara formal untuk mengatasi aksi ninja sawit atau aksi pencurian tandan buah segar (TBS) di
Perkebunan
TRAGIS! KEBAKARAN DI BELAKANG PENGINAPAN CENDRAWASIH SIDIKALANG, BALITA 4,5 TAHUN MENINGGAL DUNIA
Peristiwa
Medan, asatupro.com Ketimpangan pembangunan antara wilayah pantai timur dan wilayah pantai barat tetap menjadi persoalan bagi pemerintah p
Ekonomi
Kisaran, asatupro.com Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Air Batu PTPN IV Regional 2 di Kecamatan Air Batu
Perkebunan
Medan, asatupro.com Tingkat kepercayaan masyarakat dan kalangan orangtua terhadap Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, baik ya
Perkebunan
Gelapkan Uang Perusahaan Hampir Rp 500 Juta, Mantan Karyawan Suruh Polisi Takuti Pengusaha
Peristiwa