Jumat, 10 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Kawal Kepemimpinan Megawati Soekarnoputeri, Budiman Nadapdap: Kami Menolak Kriminalisasi Politisasi

Jalaluddin Lase - Sabtu, 28 Desember 2024 14:43 WIB
Kawal Kepemimpinan Megawati Soekarnoputeri, Budiman Nadapdap: Kami Menolak Kriminalisasi Politisasi
Koordinator Forum Kader Senior PDIP Sumut Budiman Nadapdap, dalam Mimbar Bebas Kebangsaan dan Cap Jempol Darah di Medan.(ist)
"Saya kira tidak berlebihan kalau kami berpendapat sebagai Forum Kader Senior dari PDIP Perjuangan menganggap ini adalah politisasi. Ya kami anggap ini adalah order dari sosok yang tidak menginginkan PDI Perjuangan. Karena dalam podcast bersama Andi Wijayanto, Jokowi pernah menyatakan target untuk merusak PDI Perjuangan. Berarti ini kan by design menjelang kongres PDI Perjuangan 2025," paparnya.


Meskipun buntut dari pemecatan Jokowi oleh PDI Perjuangan dampaknya tidak begitu signifikan. Upaya dan keinginan Jokowi mengobok-obok PDI Perjuangan, mulai gagalnya Ketua DPR RI dari PDI Perjuangan, kemudian dalam Pilkada melawan kotak kosong. Tetapi, faktanya PDI Perjuangan merupakan partai yang tangguh, sangat berat untuk ditaklukan.

"Kami melihat bagaimana skenario dari orang ini bayang-bayang kita, bagaimana supaya di tanah air ini partai tunggal. Partai yang menganut dengan Koalisi Indonesia Maju Plus. Kalau kita melihat ada skenario yang ditiru Tiongkok dan Korea Utara, partai tunggal yang betul-betul otoriter," terangnya.

"Jadi kita hanya meminta KPK bertobatlah. Bertobatlah demi kepentingan institusi anti rasuah. Jangan menjadi by order," tandasnya.

Sementara Ketua PDIP Sumut Rapidin Simbolon menegaskan, pihaknya perlu mengambil sikap tegas untuk merespon keadaan perpolitikan secara nasional.

"Kita tidak pernah menghujat. Kita kader-kader banteng berjuang untuk melawan setiap kezaliman. Tentu berdasarkan hukum yang ada di negara kita. Kita sangat menghargai pemerintah yang dipimpin Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita sangat menghargai dan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Tetapi, katanya, ada yang perlu disampaikan kepada Prabowo melalui mimbar bebas ini, yang pertama penegakan hukum harus dilaksanakan dengan adil. Semua setuju kenapa Sekjen PDIP dijadikan tersangka, padahal tak bukan pejabat negara. Apalagi kasusnya sudah 5 tahun lalu. Dan sampai sekarang pelaku utamanya belum ketemu, tapi KPK sudah menetapkan tersangka.

"Kita semua kader-kader banteng seluruh Sumatera Utara ini merupakan perwakilan. Dan kami tadi pengurus-pengurus, ketua sekretaris serta bendahara di DPC Sumatera Utara secara organisasi kepartaian sudah resmi menyatakan, meminta dan mengusulkan kepada bu Hj Megawati Soekarnoputri untuk bersedia dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2005-2029," tegasnya.

Kemudian, imbuhnya, kader-kader PDIP Sumatera Utara maupun simpatisan partai menyatakan tekad bulat sama-sama bahu membahu untuk menjaga marwah partai.

"Sekaligus yang ketiga kita harus menjaga keberlangsungan kongres April 2025. PDI Perjuangan Sumatera Utara siap mengawal dan mendukungnya," pungkasnya.**

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru