Jumat, 17 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Ditopang Penjualan Kayu dan Sejumlah Produk Turunan Sawit, DSNG Raup Cuan Rp 868 Miliar

Hendrik Hutabarat - Rabu, 30 Oktober 2024 18:17 WIB
Ditopang Penjualan Kayu dan Sejumlah Produk Turunan Sawit, DSNG Raup Cuan Rp 868 Miliar
DSNG
Perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perkayuan, PT DSNG, meraup cuan lebih dari Rp 860 miliar sepanjang kuartal III 2024.

Jakarta, asatupro com – Penjualan sejumlah produk kayu-kayuan dan turunan kelapa sawit mampu membuat PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) meraup cuan atau laba hingga Rp 868 miliar pada kuartal III 2024.

Andrianto Oetomo selaku Direktur Utama DSNG dalam keterangan resmi yang diterima asatupro.com, Rabu (30/10/2024), menyebutkan laba tersebut mengalami peningkatan sebesar 72 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa perusahaan ini telah melantai di bursa saham yang dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan yang didirikan pada 29 September 1980 ini bergerak di bidang kelapa sawit, produk-produk kayu, dan energi terbarukan (EBT).

Baca Juga:

Saat ini, Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam 112,7 ribu hektar (Ha) dan 12 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan total kapasitas 675 ton per jam, ang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi CPO.

Sedangkan di segmen usaha produk kayu, Perseroan memiliki 2 pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 m2 engineered flooring dan 12.000 m3 panel.

Sementara segmen energi terbarukan terbentuk pada tahun 2023 yang diawali dengan penjualan cangkang kelapa sawit sebagai biomasa pembangkit tenaga listrik di Jepang.

Baca Juga:

Dari seluruh laba yang diperoleh, Andrianto Oetomo menyebutkan bahwa segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan, menyumbang sekitar 86 persen dari total pendapatan.

"Peningkatan laba tersebut didorong oleh kenaikan penjualan sebesar 9 persen YoY, mencapai Rp 7,2 triliun dari sebelumnya Rp 6,6 triliun," ucap Andrianto Oetomo.

Selain itu, Andrianto Oetomo menyebutkan bahwa penurunan harga pupuk turut berkontribusi positif terhadap efisiensi biaya.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Audit HGU Socfin Indonesia: Warisan Konsesi Kolonial yang Wajib Diperiksa Menyeluruh
K3 Sawit: Selamat, Sehat, dan Sejahtera
Di Kabupaten Madina, Rapidin Simbolon Sentil Perkebunan Sawit
Keputusan MK: Sawit di Kawasan Hutan, Antara Perlindungan Masyarakat Adat dan Kepastian Usaha
Ada Tujuan Mulia yang Menjadi Latar Belakang Agenda Pelatihan yang Digelar Diklatsi IPS di Kampus UISU
Tingkatkan Kapasitas Petani Swadaya, Musim Mas Group Laksanakan Program BIPOSC
komentar
beritaTerbaru