Jakarta, asatupro.com- Sebenarnya tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), Jumat, 11 Oktober 2024 sore, kembali berakhir dengan penutupan (WD), sama seperti hasil tender di hari-hari sebelumnya.
Namun yang membedakan adalah, berdasarkan data yang dimiliki oleh asatupro.com , selisih antara harga CPO yang WD pada Jumat ini dengan Kamis (+0/10/2024) lalu sangat lebar atau mengalami kenaikan sebesar Rp 233 per kilogram (Kg).
Memang sih, yang biasanya terjadi adalah transaksi akan berlaku berdasarkan harga penawaran tertinggi yang ditawarkan oleh perusahaan pembeli yang menjadi peserta tender.
Nah, untuk penawaran harga tertinggi kali ini pun bisa bikin tersenyum karena sudah kembali ke level Rp 14.000-an per Kg dari sebelumnya di level Rp 13.890 atau Rp 13.900 untuk Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau.
Baca Juga:
Untuk stok CPO milik Holding PTPN di pelabuhan atau wilayah lainnya pun, baik menggunakan sistem franco, fee on board (fob), atau pun sistem loco, juga sudah kembali ke level Rp 14.000-an jika berakhir WD.
Persamaan hasil tender harga CPO pada periode Jumat ini dengan Kamis lalu adalah ketidakhadiran atau ketidakhadirannya Pelabuhan Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)
Kalau untuk CPKO, hasil tender PT KPBN ini justru menunjukkan tidak ada CPKO yang ditawarkan. Tetapi perlu diketahui bahwatender CPKO sebelumnya berakhir dengan WD.
Baca Juga:
Situasi ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para petani sawit di seluruh Indonesia pada akhir pekan ini. Sebab, buka. Tidak mungkin kalau harga tandan buah segar (TBS) produksi para petani sawit mengalami peningkatan.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar