Sabtu, 27 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Dari Aceh sampai Sumbar, PalmCo Gerak Cepat Bantu Pemerintah Pulihkan Korban Banjir

Hendrik Hutabarat - Kamis, 11 Desember 2025 10:16 WIB
Dari Aceh sampai Sumbar, PalmCo Gerak Cepat Bantu Pemerintah Pulihkan Korban Banjir
Dok. PalmCo
PTPN IV PalmCo bergerak cepat untuk membantu pemerintah dalam upaya pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Jakarta, asatupro.com - Mulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sumut), samping Sumatera Barat (Sumbar), PTPN IV PalmCo bergerak cepat membantu pemerintah dalam memulihkan wilayah dan korban terdampak bencana alam badai siklon tropis yang berujung banjir bandang beberapa waktu yang lalu.

Menurut keterangan resmi yang diterima sejumlah media, Kamis (11/12/2025), sejak hari pertama, PalmCo sudah memprioritaskan untuk pembukaan akses, bantuan logistik, hingga membangun komunikasi darurat di wilayah terdampak bencana alam.

"Fokus utama diarahkan pada pembukaan akses wilayah terisolir, distribusi bantuan dasar, layanan kesehatan, hingga penyediaan komunikasi darurat di area tanpa sinyal," kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa.

Hingga 10 Desember 2025, kata Jatmiko Krisna Santosa lagi, dukungan PalmCo menjangkau 12 kabupaten dan kota yang terdampak bencana alam.

Baca Juga:

"Mulai dari Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Langsa di Provinsi Aceh. Lalu Medan, Langkat, Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina), dan Sibolga di Provinsi Sumut. Dan terakhir di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), hingga Lima Puluh Kota di Provinsi Sumbar," urai Jatmiko Krisna Santosa.

Pihaknya melakukan ini agar bisa memastikan tidak ada waktu yang terbuang dalam pemulihan wilayah terdampak bencana alam.

"Ketika masyarakat membutuhkan, PalmCo menjadi salah satu di garis terdepan," tutur Jatmiko Krisna Santosa menambahkan.

Baca Juga:

Namun Jatmiko Krisna Santosa mengakui niat PalmCo bukan tanpa menghadapi kendala, dan salah satu kendala terbesar pascabencana adalah terputusnya akses jalan menuju permukiman.




Pihaknya menghadapi kendala berupa material lumpur, genangan air, dan longsor yang membuat sejumlah desa terisolasi selama beberapa hari.

Untuk mempercepat pergerakan bantuan, PalmCo mengerahkan 24 alat berat ke berbagai titik kritis. Sejumlah desa di Langsa, Aceh Tamiang hingga Tapsel dan Tapteng.



Seperti Bandar Siais, Bandar Tarutung, Benteng, Lobu Uhom, Huta Godang, hingga Garoga, yang berhasil kembali terhubung setelah pembersihan jalur dilakukan.

Di Desa Hapesong Baru, pembersihan material lumpur memungkinkan kendaraan logistik masuk setelah sebelumnya akses tertutup total.

"Pembukaan akses ini sangat menentukan. Begitu jalan terbuka, kecepatan distribusi bantuan meningkat signifikan," kata Jatmiko.

PalmCo mencatat penyaluran bantuan logistik dalam jumlah besar sejak awal bencana. Hingga hari ini, lebih dari 20 ton beras, 2 ton telur, 150 ribu bungkus mi instan, serta sekitar 570 ton minyak goreng siap didistribusikan ke desa-desa terdampak.

Ribuan air mineral, makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan juga dikirimkan secara bertahap melengkapi bantuan air bersih, yang disediakan sejak air surut.

Perusahaan juga turut mendirikan dapur umum, posko pengungsian, serta pos kesehatan darurat di sejumlah titik.

Total 45 posko keselamatan dan kesehatan yang sampai sekarang menampung lebih dari 5.500 warga yang mengungsi.

"Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, layanan kesehatan harus tersedia sepanjang waktu," ujar Jatmiko.




Selain logistik dan layanan kesehatan, PalmCo pun membuka akses komunikasi darurat di wilayah yang mengalami pemadaman jaringan telekomunikasi.

Fasilitas ini membantu warga menghubungi keluarga, mendapatkan informasi, dan mempercepat koordinasi dengan pemerintah daerah.


"Ketika sinyal hilang, warga berada dalam ketidakpastian. Komunikasi darurat menjadi kebutuhan yang sangat mendasar," kata Jatmiko.

Kecepatan PalmCo dalam menjangkau wilayah sulit mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyebut PalmCo sebagai perusahaan pertama yang tiba membawa bantuan ke wilayahnya.

"Akses ke desa-desa benar-benar sulit. PalmCo adalah salah satu pihak pertama yang masuk dan memberikan dukungan," kata Armia.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Pulau Pakih Babusalam, Langkat, Mawardi, yang menyebut bantuan awal tersebut mengurangi tekanan terhadap warga yang terisolasi.

Di Batangtoru, Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, menilai bantuan pangan yang dikirim sangat membantu fase awal pemulihan.

Di samping tanggap darurat, PalmCo juga menyiapkan dukungan jangka menengah. Perusahaan mulai menyiapkan fasilitas pendidikan sementara bagi anak, program pemulihan psikososial, serta perbaikan infrastruktur komunitas yang rusak diterjang banjir.

Termasuk di wilayah Batang Toru. Perusahaan menyatakan tengah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terkait rencana pembangunan rumah warga, rumah ibadah, sekolah, dan MCK Umum bagi ratusan Kepala Keluarga.

"Pemulihan tidak berhenti pada distribusi bantuan pertama. Kami ingin masyarakat bisa bangkit kembali, dengan dukungan yang terstruktur dan berkelanjutan," ucap Jatmiko.


Dengan intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Sumatera, langkah terkoordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus menjadi kunci percepatan pemulihan.

PalmCo, tegas Jatmiko Krisna Santosa, menyebut akan melanjutkan dukungan hingga kondisi daerah terdampak benar-benar stabil.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan
‎Imigrasi Sumut Diduga "Main Mata" dengan WNA Singapura Pemasok Bahan Baku Vape Narkoba, Wartawan "Pilihan" Dijejali Kegiatan Tertutup di Hotel Mewah
Kapolrestabes Medan Arahkan Personel Tetap Humanis dalam Pengamanan Aksi KBMN di DPRD Sumut
Oknum Mafia BBM Dugong Bebas Beroperasi Sedot Solar, Klaim Sudah “Setor” ke Dirkrimsus dan Kapolrestabes Medan
Perkuat Sinergi Pengawasan & Penegakan Hukum, Kajati Terima Kunjungan Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara
Diduga Telantarkan Pasien Gawat Darurat! RSUD Dairi Disorot, Keluarga Pasien Minta DPRD dan Dinkes Turun Tangan
komentar
beritaTerbaru