PTPN I (PERSERO) Regional 1 Gelar Donor Darah, 90 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan
PTPN I (PERSERO) Regional 1 Gelar Donor Darah, 90 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan
Perkebunan
Medan,asatupro.com-Penanganan kasus dugaan aktivitas perjudian berkedok kontes sabung ayam di Kecamatan Medan Johor memunculkan anomali yang patut dipertanyakan.
Terdapat ketidakselarasan yang mencolok antara Laporan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dari Polsek Deli Tua dengan jejak digital yang beredar di masyarakat. Lebih mengejutkan, penelusuran lebih lanjut mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat keamanan dalam kegiatan tersebut
Disonansi Laporan Pulbaket dan Fakta Digital
Berdasarkan dokumen hasil Pulbaket Polsek Deli Tua, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, personel kepolisian telah mendatangi lokasi di Gedung Belakang Metrolink, Jl. A.H. Nasution. Dalam laporan tersebut, pihak penanggung jawab, M. Aswin Siregar, memberikan keterangan bahwa kegiatan di lokasi murni "latihan kontes ayam" untuk persiapan acara nasional komunitas GAPPA, tanpa ada unsur judi atau taruhan. Polisi pun menyimpulkan giat dengan memberikan arahan normatif.
Baca Juga:
Namun, temuan jejak digital pada hari yang sama menunjukkan realita yang berseberangan dengan narasi "latihan" tersebut.
Sebuah unggahan di Facebook dari akun "Nanda Fram" pada tanggal 25 Juli 2026, membagikan foto lima pria yang tengah berpose membawa piala kejuaraan dan seekor ayam laga. Mereka berfoto dengan latar belakang spanduk bertuliskan "GAPPA AYAM KONTES" yang mencantumkan lokasi Jl. Wonogiri No. 46 (lokasi yang terhubung dengan komunitas tersebut).
Hal yang paling menyorot perhatian adalah keterangan (caption) yang dituliskan secara gamblang oleh pengunggah: "masih di beri hoki hari ne. Juara 1 tercepat adu ketangkasan ayam laga."
Baca Juga:
Penggunaan frasa "adu ketangkasan ayam laga" serta adanya piala "Juara 1 tercepat" memberikan indikasi kuat bahwa telah terjadi kompetisi fisik (tarung aduan) pada hari tersebut, bukan sekadar pameran keindahan bulu atau kokok ayam seperti yang disampaikan kepada aparat kepolisian.
Dugaan Keterlibatan Oknum TNI
Hal yang membuat kasus ini semakin pelik adalah identitas orang-orang yang berada di dalam arena. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi dan identifikasi awal terhadap foto unggahan "Nanda Fram" tersebut, salah satu dari lima pria yang berpose di belakang meja piala disinyalir kuat merupakan oknum anggota TNI aktif.
Kehadiran oknum aparat di arena yang terindikasi sebagai tempat sabung ayam "adu laga" ini memunculkan kekhawatiran publik mengenai adanya potensi backing(beking) yang membuat pihak penyelenggara merasa leluasa menjalankan acaranya, meskipun personel Polsek Deli Tua baru saja turun ke lokasi pada hari yang sama.
Upaya Konfirmasi yang Bertepuk Sebelah Tangan
Guna memberikan ruang Hak Jawab dan menjunjung asas keberimbangan berita (cover both sides), redaksi telah mengirimkan permohonan konfirmasi resmi kepada otoritas terkait.
Konfirmasi diajukan kepada Kapolsek Deli Tua, AKP Kennedy Sitompul, S.H., M.H., guna mempertanyakan anomali antara laporan Pulbaket anggotanya dengan bukti kegiatan "adu laga" di lapangan. Sayangnya, pesan konfirmasi yang dikirimkan hanya berstatus dibaca (tanda centang dua biru) tanpa ada tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan.
Sikap serupa ditunjukkan oleh Kepala UPTD Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Sumatera Utara, drh. Harry Setiawan. Konfirmasi redaksi terkait pandangan institusi mengenai potensi pelanggaran Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) dalam praktik yang melagakan fisik unggas ini belum mendapatkan balasan.
Menanti Ketegasan Institusi
Adanya disonansi informasi ini menuntut transparansi lebih lanjut dari penegak hukum. Mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, publik berharap pihak Polisi Militer (POM) dapat turut serta melakukan investigasi bersama Polrestabes Medan untuk memastikan tidak ada oknum aparat yang melindungi aktivitas terlarang.
Di sisi lain, publik juga menanti langkah preventif aparat kepolisian terhadap rencana acara puncak berskala Sumatera Utara yang disebut-sebut akan digelar pada 9 Agustus 2026 mendatang. Ketegasan aparat sangat krusial untuk menepis persepsi negatif di tengah masyarakat terkait penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana perjudian (Pasal 426 KUHP Baru) di Kota Medan. (Red/Tim)
PTPN I (PERSERO) Regional 1 Gelar Donor Darah, 90 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan
Perkebunan
Dugaan Kendalikan Narkoba dan TPPU dari Lapas Labuhan Ruku PPP RI Gelar Aksi di Ditjenpas, Minta Kalapas Dicopot dan Rudy RZ Pindah Ke Nusa
Hukrim
Medan, asatupro.com PTPN IV Regional 2 memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kegiatan usaha secara produktif, namun di saat yang sama
Perkebunan
Medan, asatupro.com Masyarakat di sekitar wilayah operasional PTPN IV PalmCo Regional 2 yang ada di 16 kabupaten dan kota di pulau Sumat
Perkebunan
BAPEMNUS Desak Evaluasi Total dan Audit Independen Terkait Dugaan Pelanggaran di PT Bluebird Group Pool Kalibata
Hukrim
Jakarta, asatupro.com Mulai Kamis sampai Sabtu (57/11/2026), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan Capital Market Summit
Keuangan
Medan, asatupro.com Melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) ka
Ekonomi
Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat
Perkebunan
Universitas Battuta dan PW MIO Indonesia Sumut Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Literasi Media
Pendidikan
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Hukrim