Rabu, 22 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Azlansyah Hasibuan Kecam Keras Konten Trans7: “Melecehkan Kiai, Santri, dan Dunia Pesantren”

Zulhamdani Napitupulu - Selasa, 14 Oktober 2025 22:26 WIB
Azlansyah Hasibuan Kecam Keras Konten Trans7: “Melecehkan Kiai, Santri, dan Dunia Pesantren”
Azlansyah Hasibuan Kecam Keras Konten Trans7: “Melecehkan Kiai, Santri, dan Dunia Pesantren”
Medan,asatupro.com-Azlansyah Hasibuan, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus alumni pondok pesantren, mengecam keras penayangan konten di kanal Trans7 yang dinilai melecehkan martabat pesantren dan para kiai di Indonesia.

Konten yang dimaksud merupakan salah satu episode program XPOSE berjudul "Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?". Menurut Azlansyah, judul dan narasi tayangan tersebut memandang pesantren dengan "Kaca Mata Yang Sempit" serta menciptakan stigma negatif terhadap kehidupan santri.

"Tayangan itu benar-benar tidak berimbang. Hanya menyoroti sisi negatif kehidupan pesantren secara sepihak, sehingga menimbulkan citra buruk bagi pesantren di seluruh Indonesia," ujar Azlansyah Hasibuan, Selasa (14/10/2025).

Ia menilai, dalam tayangan tersebut kedisiplinan dianggap penindasan, penghormatan disebut feodalisme, dan pengabdian digambarkan sebagai perbudakan. Narasi seperti itu, katanya, merupakan bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai luhur pendidikan pesantren yang telah berkontribusi besar terhadap bangsa.

Lebih lanjut, Azlansyah mengingatkan bahwa banyak kiai di berbagai pesantren justru hidup sederhana, jauh dari kemewahan. "Mereka tidak punya mobil atau rumah megah, tapi tetap ikhlas mengabdi mencerdaskan generasi," ucapnya.

Baca Juga:

"Jika video dan narasinya benar berasal dari Trans7, itu sungguh penghinaan terhadap pesantren dan menunjukkan ketidaktahuan terhadap kearifan lokal," tegasnya.

Azlansyah juga menyoroti lemahnya proses editorial di internal Trans7. Ia menilai tim produksi tidak melakukan riset mendalam dan gagal menampilkan data pembanding yang komprehensif.

"Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi pelanggaran etika jurnalistik dan kelalaian dalam menjaga keseimbangan informasi," tambahnya.

Baca Juga:

Dalam pernyataannya, Azlansyah mendesak Trans7 beserta seluruh tim produksi untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para masyayikh (kiai) dan seluruh pesantren di Indonesia.

"Apabila klarifikasi dan permintaan maaf tidak dilakukan, saya mendesak KPI Indonesia untuk menutup siaran Trans7," pungkas Azlansyah Hasibuan.

Editor
: Zulhamdani Napitupulu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gawat Pak Kapolri? Massa Mengaku Dilarang Berunjuk Rasa di Depan Rumah Dinas Kapolda Sumut, Namun Diarahkan hingga Berorasi di Depan Rumah Gubsu
Pimpinan Wilayah MIO Indonesia Sumut Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Seratusan Petani Sawit Morowali Utara Dibekali BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE
"Anda Jaksa? Pakai Bintang Juga, Kau Milik Rakyat!" Prabowo Ingatkan Aparat Negara: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Momentum Terbaik Promosikan Potensi Daerah, Wakil Bupati Dairi Hadiri Pembukaan PRSU Ke-50
Polda Sumut Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden RI, Kapolda Irjen Whisnu: Bukti Kerja Keras Seluruh Personel
komentar
beritaTerbaru