Sabtu, 29 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Ikwal Pasaribu: Evaluasi Pendamping dan Tenaga Ahli Desa di Sumut Harus Tegas, Jangan Sampai Jadi Proyek Abadi!

Zulhamdani Napitupulu - Kamis, 09 Oktober 2025 11:58 WIB
Ikwal Pasaribu: Evaluasi Pendamping dan Tenaga Ahli Desa di Sumut Harus Tegas, Jangan Sampai Jadi Proyek Abadi!
Pengamat Kebijakan Publik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara, Ikwal Pasaribu.

Medan,asatupro.com-Kebijakan Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), mengenai masa tugas Pendamping dan Tenaga Ahli Desa dinilai sudah sangat jelas dan teratur. Namun, aturan yang baik harus diimbangi dengan implementasi dan evaluasi yang tegas di lapangan. Hal ini ditegaskan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Ikwal Pasaribu, dalam pernyataannya di Medan, hari ini.

Pasaribu yang berasal dari Pematang Siantar mengingatkan bahwa kehadiran Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa, hingga Tenaga Ahli di level kabupaten dan provinsi memiliki misi strategis, yaitu memastikan Dana Desa dan program pembangunan desa lainnya berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Khususnya di daerah daerah Provinsi Sumatera Utara.

"Aturan main dari pusat sudah jelas dan harus kita dukung. Namun, yang sering menjadi masalah adalah implementasinya di daerah. Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten/kota harus berani tegas dan objektif dalam mengevaluasi kinerja para pendamping ini. Jangan sampai di tanah kita sendiri, posisi-posisi strategis ini hanya menjadi 'Proyek Abadi' yang menghabiskan anggaran tanpa memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa-desa kita, dari Tapanuli sampai Nias," tegas Pasaribu.

Lebih lanjut, Pasaribu memaparkan beberapa poin kritis yang harus menjadi fokus evaluasi:

Baca Juga:

  1. Dampak Nyata di Desa: Evaluasi harus mengukur sejauh mana kinerja Pendamping dan Tenaga Ahli mampu meningkatkan kapasitas perangkat desa, memperkuat tata kelola keuangan desa, serta mendorong inisiatif pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
  2. Kompetensi dan Komitmen: "Jangan sampai yang terjadi adalah penempatan orang yang tidak kompeten hanya karena pertimbangan politis. Evaluasi harus ketat menyangkut kemampuan teknis, pemahaman terhadap kondisi sosial budaya desa, dan yang terpenting, komitmen untuk memandirikan desa," ujarnya.
  3. Akuntabilitas Publik: Kinerja para pendamping ini harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, tidak hanya kepada pemerintah atasannya, tetapi juga kepada masyarakat desa sebagai penerima manfaat langsung.

Pasaribu menegaskan bahwa esensi dari pendampingan adalah memicu kemandirian. Jika sebuah desa setelah didampingi dalam beberapa periode justru semakin bergantung dan tidak mampu menjalankan fungsinya secara mandiri, maka itu adalah indikasi kegagalan dari sistem pendampingan itu sendiri.

"Tegas dalam evaluasi berarti memberikan reward and punishment yang jelas. Bagi yang berprestasi dan memberikan dampak signifikan, dapat dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut. Sebaliknya, bagi yang kinerjanya tidak memenuhi standar, harus ada mekanisme penggantian atau penghentian tugas tanpa kompromi. Ini penting untuk memastikan Dana Desa yang triliunan rupiah itu menyentuh kebutuhan warga dan memajukan desa-desa kita di Sumut." pungkas Ikwal Pasaribu.

Baca Juga:

Dengan evaluasi yang tegas dan objektif, diharapkan keberadaan Pendamping dan Tenaga Ahli Desa dapat benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berkelanjutan di Sumatera Utara.

Editor
: Zulhamdani Napitupulu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dandim 0208/Asahan dan Bupati Tinjau Kesiapan KDKMP di Sei Kamah Baru
Bina Kemandirian Desa, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah TOGA Menjadi Produk Herbal
Berkat Bantuan Kapolrestabes Medan, Warga Laut Dendang Sukses Selenggarakan Perlombaan Semarak Kemerdekaan Ke-81 RI
Putra Daerah Keberatan, Tambang Dolomit di Tanah Pinem Masih Beroperasi Padahal IUP Mati Sejak 2021
Dana Desa Lau Bagot Rp595 Juta Tahun 2025 Jadi Sorotan, Kades Sunardi Bungkam dan Ingkari Janji Bertemu dengan Media
Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Pemcam Berampu dan Warga Kerja Bakti Bersih Desa Jelang HUT RI ke-81
komentar
beritaTerbaru