Ansor Harahap Siap Merawat Nilai Rumah Besar KAHMI
Medan,asatupro.comKandidat Ketua Umum MD KAHMI Medan, Ansor Harahap mengatakan dirinya siap merawat nilainilai rumah besar KAHMI jika terp
Medan
Medan Utara,asatupro.com-Aktivitas gudang penampungan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga ilegal di kawasan Medan Utara memicu keresahan warga. Lokasi yang dikenal warga setempat sebagai "Gudang Kapur" tersebut disinyalir masih beroperasi aktif dan dikelola oleh seorang warga sipil berinisial AS alias Andre Sinaga.
Berdasarkan pemantauan dan keterangan warga di lokasi, dugaan kegiatan ilegal tersebut diperkuat oleh lalu lalang kendaraan yang telah dimodifikasi. Kendaraan-kendaraan itu diduga digunakan untuk mengangkut BBM, termasuk solar yang disinyalir berasal dari kuota subsidi.
Lalu Lalang Kendaraan Modifikasi
Salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut berlangsung hampir setiap hari.
Baca Juga:
"Gudang beroperasi setiap hari. Mobil truk modifikasi itu tiap hari masuk, kadang juga membawa solar subsidi," ujar warga tersebut kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Ia menambahkan, armada yang digunakan tidak terbatas pada truk berukuran besar. Mobil pikap dan kendaraan boks juga kerap keluar-masuk area gudang, bahkan tak jarang mengantre hingga ke bahu jalan.
"Bukan cuma truk besar, mobil pikap dan boks juga sering keluar-masuk. Kadang mobil-mobil itu sampai antre di luar," tuturnya.
Baca Juga:
Keluarga dan Permukiman Terancam
Aktivitas di dalam area gudang juga melibatkan cukup banyak pekerja dengan pembagian tugas yang terstruktur, mulai dari penjaga gerbang hingga petugas bongkar muat minyak.
Kondisi ini kian memicu kekhawatiran masyarakat mengingat letak gudang yang berdampingan langsung dengan permukiman padat penduduk. Selain mengganggu ketertiban, warga cemas akan potensi risiko kebakaran hebat yang dapat meluas ke pemukiman mereka.
Tak hanya ancaman kebakaran, warga juga mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan. Limbah sisa pengolahan minyak disinyalir dibuang langsung ke saluran air atau parit di sekitar lokasi.
"Kami berharap Ditreskrimsus Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan segera menindaklanjuti keberadaan gudang ini. Aktivitasnya sangat meresahkan. Apalagi lokasinya dekat rumah warga, kami khawatir jika terjadi kebakaran," tegas warga tersebut.
Desakan Penindakan Hukum
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pengelola gudang terkait legalitas operasional, asal-usul BBM, serta pengelolaan limbah di lokasi tersebut.
Masyarakat mendesak jajaran kepolisian dan instansi terkait untuk segera melakukan verifikasi lapangan serta penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran hukum. Klarifikasi resmi dari pihak pengelola juga diharapkan agar tidak timbul simpang siur informasi di tengah masyarakat.
Media Asatupro.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. (Red/Tim)
Medan,asatupro.comKandidat Ketua Umum MD KAHMI Medan, Ansor Harahap mengatakan dirinya siap merawat nilainilai rumah besar KAHMI jika terp
Medan
Bobby Sihite Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Amanah Baru AKBP Marganda Aritonang dan AKBP Sah Udur Sitinjak
Daerah
Diduga Pukul 10 Murid karena PR, Guru SD Negeri di Medan Mengundurkan Diri
Peristiwa
Medanasatupro.comKetua Umum HMI Komisariat FIB USU periode 20052006 Ansor Harahap, S.Sos menyatakan diri siap memimpin MD KAHMI Medan per
Medan
Aduan Asap Cerobong PT LSP, Anggota DPRD Siak Jondris Pakpahan Turun Langsung ke Lapangan
Daerah
Penanganan Bencana, Ombudsman RIKolaborasi dan Pengawasan Menjadi Kunci
Nasional
Wakil Bupati Dairi Evaluasi Ketat Dapur SPPG, Pastikan MBG Layak dan Aman untuk Siswa
Daerah
Pemkab Dairi Gelar Apel Kendaraan Dinas, Teguran Disiapkan untuk Aset yang Menunggak Pajak
Daerah
Audiensi BPJS dan Pemkab Dairi, Bahas Kejar 2.270 Jiwa Lagi Jadi Peserta JKN
Kesehatan
Sei Rampah, asatupro.com Demi membantu pemerintah dalam menekan impor kedelai, PTPN IV PalmCo yang merupakan bagian dari badan usaha mil
Perkebunan