Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka, Puncak HUT ke-62 Golkar Sumut Berlangsung Semarak dan Penuh Hadiah
Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka, Puncak HUT ke62 Golkar Sumut Berlangsung Semarak dan Penuh Hadiah
Politik
Medan,asatupro.com-Perkumpulan Demokrasi Masyarakat Empat Belas (PD14) berencana melaporkan sejumlah pejabat yang berwenang di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara terkait pelaksanaan kegiatan Gebyar Pajak Sumut 2026 yang menelan anggaran sekitar Rp28 miliar.
Kegiatan tersebut dinilai sarat pemborosan dan diduga kuat berindikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses pelaksanaannya.
Penggiat antikorupsi dari PD14, Dolli Nurhadiansyah, mengatakan kegiatan gebyar pajak dengan anggaran fantastis tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil serta situasi pasca bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Menurutnya, apabila tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seharusnya Bapenda cukup menjalankan tugas pokoknya sesuai amanat undang-undang dan peraturan daerah yang berlaku.
Baca Juga:
"Kalau tujuannya meningkatkan PAD, bukankah itu memang tugas Bapenda sebagai SKPD? Mereka cukup menjalankan target dan kewajiban sesuai amanat undang-undang dan perda," ujar Dolli.
Ia juga menilai kegiatan gebyar pajak dengan hadiah utama mobil tidak memiliki urgensi dan patut dipertanyakan.
Dolli bahkan meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar meninjau kembali urgensi kegiatan tersebut.
Baca Juga:
"Kalau gebyar-gebyar seperti ini tidak bernilai urgensi dan justru terkesan dipaksakan di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang tidak baik-baik saja," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga tidak tercantum dalam amanat Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mengatur jenis pajak daerah, retribusi daerah serta tata cara pemungutannya.
Peraturan daerah tersebut, kata Dolli, justru menegaskan mekanisme pemungutan pajak yang harus dijalankan pemerintah daerah tanpa perlu kegiatan seremonial dengan anggaran besar.
"Bayar pajak itu kewajiban warga negara. Tanpa gebyar pun masyarakat tetap harus membayar pajak. Jadi kegiatan seperti itu tidak menjadi faktor utama peningkatan kepatuhan," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa Bapenda Sumut sebenarnya telah memiliki petugas khusus penagihan pajak yang jumlahnya mencapai 6.630 orang dengan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Selain itu, setiap tahun pemerintah daerah juga rutin menggelar program pemutihan pajak yang dinilai sudah cukup efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat.
PD14 menduga terdapat beberapa indikasi penyimpangan dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
Dugaan pengkondisian lelang. Dugaan komisi proyek sekitar 5 persen. Dugaan mark-up harga dalam pengadaan barang dan jasa.
"Tiga poin ini merupakan pola yang sering kita dengar dalam persekongkolan tender pengadaan barang dan jasa," jelas Dolli.
Ia menegaskan bahwa PD14 tidak hanya menyampaikan kritik melalui media, tetapi akan menempuh langkah hukum dengan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum.
"Dalam waktu dekat seluruh dokumen dan bahan pengaduan masyarakat (Dumas) sedang kami siapkan. Setelah lengkap, akan kami laporkan ke KPK, Kejaksaan dan Kepolisian," tegasnya.
Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka, Puncak HUT ke62 Golkar Sumut Berlangsung Semarak dan Penuh Hadiah
Politik
Tim LAFKI Turun ke RSUD Sidikalang, dr. Benny Purba Banyak Masukan untuk Perbaikan Layanan
Daerah
Pelantikan DPP Pomparan Loho Raja di Tugu Silalahi, Pemkab Dairi Ajak Kolaborasi Bangun Daerah
Daerah
Ketua Harian DPP AJUDAN Desak Kapolri Realisasikan Tes Urine Seluruh Anggota Polri
Nasional
Nahkodai Kembali DPP Horas Bangso Batak 2026 dan 2031, Lamsiang Sitompul Tegaskan Komitmen Penguatan Budaya dan Bantuan Hukum
Nasional
Eko Sitepu Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Medan, Warga Soroti Keadilan Sosial
Politik
GMPETSU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Korupsi Jalan dan Jalur Kereta Api DJKA di Sumut
Nasional
Tudingan &lsquoTebang Pilih&rsquo Mewarnai Penetapan Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut, KPK Buka Suara
Hukrim
Ketum GERMAS Ungkap Ade Julhaidir Desak DPR/MPR RI Tampung Aspirasi Masyarakat Terkait Polemik Putusan MK dan IJASAH Gibran
Nasional
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika.
Daerah