Jumat, 17 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Plin-Plan Ala Rutan Tanjung Gusta Kelas I Medan

Redaksi - Jumat, 23 Januari 2026 12:45 WIB
Plin-Plan Ala Rutan Tanjung Gusta Kelas I Medan
Rutan Kelas I Tanjung Gusta, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara

Medan,asatupro.com-Rutan Kelas I Medan kembali jadi sorotan. Bukan hanya soal peristiwa yang terjadi di dalam penjara, tapi juga cara pejabat Rutan menjawab persoalan yang dianggap plintat-plintut.

Wartawan mencoba menganalisis berbagai pernyataan pejabat Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan yang tersiar ke publik. Terkhusus pernyataan terkait kasus napi korupsi berinisial IS yang melanggar aturan dan terindikasi melakukan kejahatan dari balik jeruji besi.

Berita napi korupsi IS di Rutan Kelas I Medan pertama kali muncul di media, Selasa 20 Januari 2026. IS diduga melakukan pelanggaran, di antaranya menggunakan happe serta praktik pemerasan sesama napi.

Berita itu jadi salahsatu isu hangat di Sumut. Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan pun bereaksi. Pada Rabu 21/1/2026, Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya menilai isu itu merupakan hoaks dan tidak berdasar.

Baca Juga:

"Setelah kami cek menyeluruh, informasi tersebut tidak terbukti," kata Andi Surya seperti terlansir di sejumlah media.

Andi juga menepis dugaan pemerasan yang dilakukan IS. Bahkan katanya, situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan dipastikan dalam kondisi aman dan kondusif.

Namun pada Kamis 22/1/2026, Andi Surya bak disambar petir. Bantahannya tersebut ditampar oleh fakta, yakni koruptor IS akhirnya dipindahkan ke Nusakambangan.

Baca Juga:

Kata Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Medan, Harun, IS dipindahkan karena mengganggu keamanan dan ketertiban.

Harun menjelaskan, pemindahan IS dari Rutan Kelas I Medan ke Nusakambangan karena ada perintah Dirjend Pemasyarakatan sebagai langkah tegas menjaga keamanan dan ketertiban rutan.

"Yang bersangkutan dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban," kata Harun.

Bahkan Harun tidak membantah napi IS kerap mengancam sesama napi, khususnya setelah menggunakan seluler.

Berubah-ubahnya pernyataan pejabat Rutan Kelas I Medan benar-benar membagongkan. Seandainya saja media dan publik tidak bersuara, apa jadinya Rutan yang seharusnya menjadi rumah binaan malah akan menjadi bunker menyimpan kebohongan.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapendam I/BB Kolonel Inf  Hasrul Kurniawan Harahap Silaturahmi Bersama Insan Media
Polda Aceh dan Wartawan Gelar Coffee Morning, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Informasi Publik
Forwaka Adhyaksa Gelar Rapat Program Kerja 2026
Putusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dijerat Pidana Karena Kerja Jurnalistiknya
Gelar Tali Asih Natal, Forwaka Adhyaksa Siap Kolaborasi dengan Kejatisu
Dua Jurnalis Asal Medan Raih Apresiasi Media Massa 2025 dari OJK
komentar
beritaTerbaru