"Kami mengingatkan para pedagang agar menjual komoditas sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama selama bulan Ramadan," tambahnya.
Pelaksana Harian Kepala Disperindag ESDM Sumatera Utara, Yosi, menambahkan bahwa pemerintah provinsi juga membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Untuk komoditas ayam beku, Disperindag bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan ayam beku dengan harga Rp40.000 per kilogram. Selain itu, Disperindag juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam program promosi pembayaran digital.
"Jika masyarakat membeli ayam satu kilogram menggunakan QRIS, konsumen akan mendapatkan bonus 10 butir telur," ujar Yosi.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Subdirektorat Industri dan Perdagangan Polda Sumatera Utara juga menyatakan akan terus berkoordinasi guna memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar menjelang Lebaran.
Baca Juga:
"Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Dari hasil sidak, kondisi stok dan harga masih relatif aman. Secara tahunan, kenaikan harga yang signifikan biasanya baru terjadi sekitar H-3 Lebaran," ujar Panit Subindag Polda Sumut, EP Barus.
KPPU Kanwil I akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pasokan tetap terjaga, serta tidak terjadi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat.**
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar