Selasa, 26 Mei 2026

Jejak Gemilang Putra asal Sidikalang KM 2 Desa Kalang, Brigjen Pol Dr. Yade Setiawan Ujung

Tumpal Purba - Kamis, 19 Maret 2026 17:17 WIB
Jejak Gemilang Putra asal Sidikalang KM 2 Desa Kalang, Brigjen Pol Dr. Yade Setiawan Ujung
Brigjen Pol Dr. Yade Setiawan Ujung

Dairi,asatupro.com-Sebagian justru tumbuh dalam disiplin tugas, dibentuk oleh waktu, dan diuji oleh konsistensi. Kisah Dr. Yade Setiawan Ujung adalah salah satunya. Perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 ini menapaki jalan panjang kepolisian, dari lapangan paling dasar hingga ruang-ruang strategis kebijakan nasional, tanpa pernah kehilangan ritme pengabdian.

Awal kariernya dimulai di Surakarta pada tahun 2000 sebagai Pamapta Polresta Surakarta, Polda Jawa Tengah.Posisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi sekaligus interaksi langsung dengan masyarakat. Di titik itulah ia memahami bahwa keamanan bukan sekadar penegakan hukum, melainkan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan rakyat.

Lapangan sebagai Fondasi Kepemimpinan : Pengalaman awal tersebut menjadi pijakan kuat. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolsek dan berlanjut ke fungsi reserse sebagai Kanit Reskrim. Dalam peran ini, ia berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial, mulai dari kriminalitas hingga konflik berbasis relasi masyarakat. Kariernya semakin berkembang saat bertugas di Polda Metro Jaya.

Ia pernah mengemban sejumlah posisi strategis, seperti Panit Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum, Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kapolsekta, Kasat Reskrim, hingga Kanit di Ditreskrimsus. Wilayah tugas dengan kompleksitas tinggi ini membentuk ketegasan sekaligus kepekaan sosial dalam kepemimpinannya.

Baca Juga:

Di fase ini, ia tidak hanya mengelola perkara, tetapi juga membangun koordinasi lintas fungsi dan institusi. Baginya, stabilitas keamanan adalah hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu semata.

Bumi Arema dan Kepemimpinan yang Membumi: Tahun 2016 menjadi fase penting saat ia dipercaya menjabat Kapolres Malang, Polda Jawa Timur. Di wilayah dengan karakter sosial yang kuat, ia mengedepankan pendekatan kepolisian yang dialogis dan solutif.

Ia meyakini bahwa keamanan tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan masyarakat. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan komunikasi publik yang transparan serta keterlibatan warga.

Baca Juga:

Gaya kepemimpinan inilah yang membuatnya dikenal sebagai sosok komunikatif dan kolaboratif. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam buku "Bhayangkara di Bumi Arema", yang memuat 77 strategi implementasi Program PROMOTER Kapolri di tingkat kewilayahan - sebuah refleksi praktik lapangan yang aplikatif.

Belajar Sebagai Jalan Panjang :

Di tengah padatnya tugas operasional, ia tetap konsisten menempuh pendidikan. Ia menyelesaikan S1 Hukum di Surakarta, melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, hingga meraih gelar doktor kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran.

Di jalur pendidikan kepolisian, prestasinya menonjol sebagai lulusan terbaik di berbagai jenjang: Akpol, PTIK, Sespimmen, hingga Sespimti Polri. Konsistensi ini mencerminkan komitmennya bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari proses belajar yang berkelanjutan.

Ia juga memperluas wawasan melalui pendidikan internasional seperti Supervisory Criminal Investigator Course di ILEA Bangkok dan program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat.

Dari Operasional ke Strategi Nasional :

Seiring waktu, ia mengemban peran strategis, di antaranya sebagai Kabagbinops Biroops Polda Sulawesi Tengah, Sekpri Wakapolri, hingga Direktur Kerja Sama Internasional BIN Baintelkam Polri. Peran tersebut menempatkannya pada posisi penting dalam koordinasi lintas lembaga dan kerja sama internasional, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam perumusan kebijakan keamanan nasional.

Pada tahun 2025, ia dipercaya sebagai Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kamtibmas di Kemenko Polkam, bersamaan dengan promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi - salah satu yang pertama dari angkatan Akpol 2000.

Penghargaan dan Dedikasi :

Berbagai penghargaan menjadi penanda atas pengabdiannya, di antaranya dua Pin Emas Kapolri, penghargaan dari Menteri PAN-RB atas pembangunan wilayah bebas korupsi, serta apresiasi pelayanan publik prima.

Ia juga mendapat penghargaan atas penanganan kasus anak dan kinerja Satgas Nusantara terbaik. Di masa pandemi Covid-19, ia turut berkontribusi melalui buku "Waspadai The Next Covid", yang membahas evaluasi kebijakan dan kesiapsiagaan institusi.

Menjaga Ritme Pengabdian :

Kini, di tengah dinamika tantangan keamanan yang semakin kompleks, Brigjen Pol Dr. Yade Setiawan Ujung hadir sebagai figur yang menjembatani pengalaman lapangan dan strategi kebijakan nasional. Perjalanannya bukan tentang percepatan karier, melainkan ketekunan dalam menjalani proses.

Dari jalanan Surakarta hingga ruang koordinasi negara, ia menunjukkan bahwa pengabdian yang dijalani dengan disiplin, integritas, dan kerendahan hati akan selalu menemukan maknanya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Kepanitiaan MTQ ke-51 Kabupaten Dairi Resmi Dibubarkan
Inspektur Upacara Harkitnas ke-118, Wakil Bupati Sampaikan Progres Program Prioritas Pemkab Dairi
Reses III Tahun Sidang 2025-2026 DPRD Sumatera Utara Luhut Simanjuntak,SE di Desa Bintang Mersada Kabupaten Dairi
Kemudahan Era Digitalisasi, Pemkab Dairi Kolaborasi Dengan Kantor Perwakilan BI Sumut Bayar Pajak Dengan QRIS
komentar
beritaTerbaru