Selasa, 13 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Ini Strategi PTPN IV Regional 2 Atasi Maling TBS dan Peredaran Narkoba

Hendrik Hutabarat - Selasa, 13 Oktober 2026 12:38 WIB
Ini Strategi PTPN IV Regional 2 Atasi Maling TBS dan Peredaran Narkoba
Dok. PalmCo
PTPN IV PalmCo Regional II punya strategi yang terbilang ampuh dalam mengatasi aksi pencurian TBS dan Peredaran narkoba.
Pematang Raya, asatupro.com - PTPN IV Regional 2 menjalankan strategi yang terbilang ampuh dalam mengatasi maling tandan buah segar (TBS) serta peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di sekitar wilayah operasional.

Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, kepada sejumlah media di Medan, Selasa (13/10/2026), strategi yang mereka lakukan adalah dengan. terus memperkuat sistem pengamanan wilayah perkebunan yang dilakukan secara terorganisasi.

Melalui penguatan patroli, Budi Susanto bilang, pemetaan wilayah rawan dan peningkatan koordinasi, Perusahaan berkomitmen untuk melindungi aset negara sekaligus menjaga keselamatan pekerja.

Kata dia, tantangan dalam dunia perkebunan saat ini tidak lagi terbatas pada pencurian hasil panen.

Baca Juga:

Dalam sejumlah kejadian, pekerja bahkan menghadapi kelompok yang beraksi secara brutal dan menggunakan senjata.

"Ada persoalan yang lebih luas ketika pencurian dilakukan secara berkelompok dan disertai tindakan kekerasan terhadap petugas, apalagi dengan senjata tajam dan panah," ujarnya.

Karena itu pihaknya terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus memastikan setiap penanganan di lapangan dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan.

Baca Juga:

Dalam penguatan sistem keamanan kebun, kata Budi, PTPN IV Regional 2 melaksanakan sejumlah hal seperti peningkatan patroli pada titik-titik rawan, pengawasan akses keluar-masuk kebun, maupun pemetaan pola gangguan keamanan.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dengan tujuan agar penanganan dugaan tindak pidana pencurian dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.




Dirinya lalu mencontohkan satu di antara keberhasilan PTPN IV Regional 2 dalam menangani tindak pencurian terjadi di Kebun Kwala Sawit, Kabupaten Langkat, pada 25 Juni 2026 lalu.


Saat itu, cerita Budi Santoso, tim keamanan menemukan sekitar satu ton brondolan yang diduga berasal dari dalam areal kebun. Ketika hendak diamankan, tim mengalami pengadangan berulang oleh sekelompok orang.

Meski menghadapi tekanan selama perjalanan, petugas tetap berupaya menghindari benturan fisik.

Dengan mengedepankan prosedur pengamanan dan koordinasi antarpersonel, tim akhirnya berhasil membawa barang bukti keluar dari lokasi dan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam situasi seperti itu, pihaknya memastikan keselamatan petugas tetap menjadi perhatian utama karena mereka tidak ingin penanganan pencurian justru memicu benturan yang lebih besar.

"Karena itu, petugas diarahkan untuk tetap mengikuti prosedur dengan mengamankan barang bukti secara tepat dan menyerahkan penanganan perkaranya kepada aparat berwenang," kata Budi.

Keberhasilan PTPN IV Regional 2 dalam menangani sindikat pencurian TBS dan brondolan juga terjadi di Kebun Adolina, Kabupaten Serdang Bedagai.

Pada 27 Juni 2026 lalu, petugas keamanan kebun berinisial SP mengalami luka parah setelah diserang menggunakan anak panah oleh para pelaku. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Pada bulan berikutnya, tepatnya 22 Juli 2026, anggota tim keamanan Kebun Adolina berinisial B juga mengalami luka-luka setelah diserang oleh kelompok pencuri.

Kali ini, para pelaku menyerang petugas menggunakan tombak. Akibat perbuatan mereka, B terpaksa dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.




"Tak lama berselang, satu di antara terduga pelaku berhasil ditangkap oleh pihak berwajib," sambung Budi Santoso.


Menurut Budi, rangkaian kejadian di atas menunjukkan bahwa sistem pengamanan kebun membutuhkan strategi yang jitu.

Perusahaan lantas membaca pola gangguan, memperkuat kesiapsiagaan serta membangun koordinasi yang kuat agar pengamanan dapat dilakukan lebih efektif.

Setiap kejadian menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk memperbaiki sistem pengamanan, dan terus berupaya agar petugas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi di lapangan.

"Pada saat yang sama, kami menghormati proses hukum dan menyerahkan seluruh penanganannya kepada pihak yang berwenang," ujarnya.

Menurut Budi, kehilangan hasil panen berdampak langsung terhadap produktivitas dan efisiensi perusahaan. Setiap TBS yang diambil secara ilegal merupakan hasil produksi yang seharusnya mendukung kinerja Perusahaan.

Sebagai perusahaan negara, PTPN IV Regional 2 berkewajiban menjaga aset agar dapat memberikan kontribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Budi, tindak pencurian TBS dan brondolan juga perlu dilihat dengan konteks yang lebih luas, termasuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kata Budi, terdapat dugaan keterkaitan antara persoalan narkoba dan meningkatnya tindak kriminal di sekitar wilayah operasional.




Pihaknya melihat bahwa persoalan keamanan perlu ditangani secara menyeluruh.


"Pencurian hasil kebun harus ditindak sesuai hukum, sementara penyalahgunaan dan peredaran narkoba juga perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya sangat merusak," tegas Budi Santoso.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Ketimpangan Harga TBS di Pessel Sumbar Dipantau KPPU
PalmCo Manfaatkan Fasilitas Layanan Ekspor dari InaExport Kemendag
TJSL Jadi Cara Baru PalmCo Atasi Ninja Sawit
IPAL PKS Air Batu PTPN IV Regional 2 Beroperasi Normal
Masyarakat Percaya terhadap ITSI Medan, Ini Indikasinya
komentar
beritaTerbaru