Ketimpangan Dua Kawasan Disorot KADIN Sumut, Minta Pemprov Lakukan Ini
Medan, asatupro.com Ketimpangan pembangunan antara wilayah pantai timur dan wilayah pantai barat tetap menjadi persoalan bagi pemerintah p
Ekonomi
Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), Sosiawan Hary Kustanto SE, mengungkapkan hal itu saat berpidato dalam acara penutupan Pekan Orientasi dan Studi Perkebunan (Posbun) ITSI 2026, yang diselenggarakan di lapangan kampus tersebut Jalan Willem Iskander, Medan, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan itu dihadiri oleh lebih 200 peserta, termasuk para petinggi kampus ITSI Medan seperti Wakil Rektor I Eka Bobby Febrianto SP MSi, Wakil Rektor II Febriana Roosmawati SE MSc AkCA, serta Wakil Rektor III Ika Ucha Pradifta Rangkuti SST MSi.
Para tokoh sawit juga nampak hadir yakni H. Mino Lesmana dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut dan H. Gus Dalhari Harahap selaku Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumut.
Baca Juga:
Di sisi lain, kehadiran Gubernur Sumut Bobby Nasution diwakilkan kepada Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, IrAlfi Syahriza ST MEngSc.
Kata Sosiawan Hary Kustanto, indikasi kepercayaan masyarakat terhadap ITSI Medan sangat jelas dan gamblang terlihat, seperti tingkat sebaran penerimaan mahasiswa baru yang terus meluas dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
"Tahun ajaran 2026 ini saja sebaran penerimaan mahasiswa ITSI Medan berasal dari 15 provinsi, termasuk yang berasal dari sentra perkebunan sawit," kata dia
Baca Juga:
Di samping itu, Sosiawan Hary Kustanto bilang indikator lainnya adalah jumlah penerimaan mahasiswa baru yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni 746 orang.
"Hal ini menegaskan tingkat kepercayaan masyarakat dan orangtua terhadap ITSI semakin tinggi," ucap Sosiawan Hary Kustanto lagi.
ITSI yang dinaungi YPPY, jelasnya, mempunya visi misi untuk mengabdikan dan mendedikasikan diri demi pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Di samping itu juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi bidang perkebunan untuk melahirkan lulusan dan sumber daya manusia (SDM) unggul, berintegritas, profesional dan memiliki daya saing global.
Hal ini, katanya, juga sejalan program Asta Cita Presiden RI dan tujuan Indonesia Emas 2045 dan itu terlihat dari keberadaan empat program utama yang diterapkan di ITSI Medan.
"Yakni peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan sarana prasarana, peningkatan tata kelola dan perluasan networking dengan semua stakeholder," tambah Sosiawan Hary Kustanto.
Juga, sambungnya kembali, fokus dengan pembekalan akademik, bangun link and match sehingga lulusan siap tampil di dunia kerja dan industri.
Di antaranya kebanggaan itu ia sampaikan, sudah banyak lulusan ITSI yang diserap perusahaan perkebunan dan lainnya hingga tingkat nasional bahkan luar negeri.
Kepercayaan yang tinggi oleh masyarakat dan para orangtua diharap jadi pemacu ITSI memberikan layanan pendidikan tinggi fokus perkebunan lebih baik.
Melalui pengenalan kampus bertajuk Posbun ini, dikenalkan dunia akademik, pembentukan karakter, disiplin dan mental. Juga sebagai isyarat agar menyelesaikan studi dengan baik serta wujud bakti kepada orangtua.
Maka dari itu, Alfi Syahrizal melihat ITSI Medan punya peran strategis menjadi penggerak kemajuan masyarakat Sumut.
Di antaranya sebagai penyuluh pertanian, pendampingan desa dan petani hingga menggerakkan hilirisasi industri kelapa sawit.
"Sinergi dengan perguruan tinggi ini diharap menjadi motor pembangunan daerah dan bentuk kontribusi ITSI secara nyata dalam sektor perkebunan khususnya di Sumut," ujarnya
Sebelumnya Rektor ITSI Medan, Dr Purjianto SE MM, mengatakan tingkat kepercayaan dari berbagai pihak dan lembaga dalam proses pemberian beasiswa juga meningkat.
Karena itu, tidak heran kalau kemudian Purjianto menyampaikan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada lembaga terkait yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa ITSI Medan.
Tak tanggung-tanggung, ungkap Purjianto, ITSI Medan diketahui merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dengan kuota cukup banyak.
Di antaranya, jelas Rektor, untuk tahun ini 300 orang sebagai penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang ada di bawah naungan Direktorat Jenderal' Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Lalu, 30 orang penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah dan puluhan lainnya sebagai penerima beasiswa dari perusahaan perkebunan ternama di Indonesia.

Medan, asatupro.com Ketimpangan pembangunan antara wilayah pantai timur dan wilayah pantai barat tetap menjadi persoalan bagi pemerintah p
Ekonomi
Kisaran, asatupro.com Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Air Batu PTPN IV Regional 2 di Kecamatan Air Batu
Perkebunan
Medan, asatupro.com Tingkat kepercayaan masyarakat dan kalangan orangtua terhadap Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, baik ya
Perkebunan
Medan, asatupro.com Indonesia memiliki belasan juta hektar (Ha) perkebunan kelapa sawit dan harus dikelola secara baik dan berkelanjutan a
Perkebunan
RESES DI BINTANG HULU SIDIKALANG, ALFRIANSYAH UJUNG INGATKAN WARGA JAUHI JUDOL, SERAP KELUHAN PUPUK HINGGA JALAN SEKOLAH RUSAK
Daerah
Kamar Khusus dan Miras Ditemukan Ombudsman, MIO Indonesia Dorong Evaluasi Menyeluruh Lapas Cibinong
Nasional
PB KAMI Tegas Tolak Acara Miras Chivas Regal di Ancol
Nasional
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan mendadak memanas usai Wali Kota membacakan pengantar Rancangan
Daerah
BUPATI DAIRI DI RPP PEMUDA PANCASILA, JAUHI JUDI ONLINE DAN NARKOBA, JADI PELOPOR DI TENGAH MASYARAKAT
Daerah