APH Didesak Usut Temuan BPK Atas Penerimaan dan Pengelolaan Retribusi Sampah di Dinas LH Kabupaten Karo
APH Didesak Usut Temuan BPK Atas Penerimaan dan Pengelolaan Retribusi Sampah di Dinas LH Kabupaten Karo
Peristiwa
Di salah satu pasar tradisional terbesar di ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu, keduanya melakukan pengecekan terhadap stabilitas stok dan harga bahan pokok, termasuk beras dan minyak goreng.
"Biasanya kan selalu terjadi kenaikan harga pangan pokok selama hari besar keagamaan nasional (HBKN) termasuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri," kata Irjen Pol. (Purn) Verdianto Bitticaca.
Didampingi Frans Dabukke dan Budi Cahyanto selaku Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum BULOG Sumut, Verdianto Bitticaca bilang hal ini terjadi karena adanya potensi kenaikan permintaan terutama bahan pangan pokok masyarakat, termasuk beras dan minyak goreng.
Baca Juga:
Karena itu, kata dia, Perum BULOG sebagai salah satu operator pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian pangan pokok masyarakat telah mengantisipasi hal ini.
Keseriusan BULOG, ungkap Verdianto Bitticaca, diwujudkan dengan pengecekan secara rutin terutama ke pasar-pasar tradisional, tidak terkecuali yang dilakukan oleh BULOG Sumut.

Baca Juga:
Dia mengingatkan bahwa kota Medan sebagai salah satu kota yang dicatat inflasinya oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tak luput dari potensi gangguan distribusi yang berimbas pada kenaikan harga.
Lebih jauh Verdianto menjelaskan, stok beras dan minyak goreng di BULOG saat ini sangat cukup termasuk di wilayah Sumut, yakni sebanyak 52.000 ton beras dan 1,7 juta liter minyak goreng.
"Stok beras masih akan bertambah dari hasil pengadaan gabah atau beras dan jika diperlukan sewaktu waktu bisa dikirim dari wilayah lain," sebut Verdianto Bitticaca.
"Minyak goreng juga sama, setiap hari kami lakukan penyediaan langsung dari pabrik," tuturnya lebih lanjut .

Sedangkan untuk minyak goreng dengan merek Minyakita, yaitu di tingkat konsumen maksimal Rp 15.700 per liter.
"Upaya ini dilakukan sehingga harga gabah di tingkat petani tetap terjaga Rp 6.500 per Kg," kata Frans Dabukke.
"Semangat petani untuk memproduksi padi juga harus dilakukan, sehingga setiap petani merasa terlindungi karena hasil produksi nya dijamin dengan harga yg layak" tambah Frans Dabukke.
Seperti diketahui, lanjutnya, pada 2025 lalu Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan BULOG berhasil menyerap 3 juta ton beras dari produksi dalam negeri dan akan dilanjutkan dengan menyerap 4 juta ton pada tahun ini.
"Nantinya, beras yang diserap ini akan dipergunakan untuk SPHP, bantuan pangan dan bantuan bencana alam seperti yang kemarin terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar," tegas Frans Dabukke.
APH Didesak Usut Temuan BPK Atas Penerimaan dan Pengelolaan Retribusi Sampah di Dinas LH Kabupaten Karo
Peristiwa
DPW PSI Sumut Serahkan 8 SK DPC Kota Pematang Siantar, Tegaskan Kesiapan Sukseskan HUT dan Rapimnas di Surabaya
Politik
Sijunjung Peringati Hari Santri Nasional 2026 Ribuan Santri dan Tokoh Berkumpul di Kamang Baru
Daerah
ALI YUSRAN GEA Perlihatkan Surat Persetujuan Relokasi RS KELAS D PRATAMA Dari Kemenkes di Hadapan Hakim
Hukrim
Anggota Komis XIII DPR RI Kunjungi Lapas Bangkinang, Tinjau Pembinaan dan Sarana Prasarana
Nasional
Dugaan Jaringan Judol Kamboja di Medan Diungkap Ditressiber Polda Sumut, Lima Orang Ditangkap
Hukrim
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Nasional
Perkuat Sinergi Hukum! Tim Jampidmil Kejagung Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan
Nasional
Dikonfirmasi Temuan BPK, Kadis LH Karo Nius Ginting Bingung Saya Jawabnya
Daerah
Tolak Laporan Korban Penganiayaan Oknum Pengusaha, Bandot CS
Peristiwa