<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.asatupro.com/</link>
        <description>situs berita akurat dari sumber terpercaya</description>
        <lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 20:51:34 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Raih Prestasi, Dapat Reward: 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM</guid>
            <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 17:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Raih Prestasi, Dapat Reward: 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM]]></title>
            <description><![CDATA[Raih Prestasi, Dapat Reward 125 Siswa SMK Swasta Imelda Medan Kunjungi PT INALUM]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/batubara/" target="_blank">Batubara</a> ,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Prestasi di ruang kelas tak berhenti pada nilai dan penghargaan. Bagi siswa berprestasi SMK Swasta Imelda Medan, kerja keras mereka mendapat apresiasi dalam bentuk pengalaman langsung mengenal dunia industri.</p><p>Sebanyak sekitar 125 siswa dan guru pendamping mengikuti kegiatan <a href="https://www.asatupro.com/tag/eduwisata/" target="_blank">Eduwisata</a> ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Kabupaten <a href="https://www.asatupro.com/tag/batubara/" target="_blank">Batubara</a>, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2026).</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/e00da03b685a0dd18fb6a08af0923de0_IMG-20260915-WA0122.jpg">Kegiatan tersebut diberikan sebagai reward bagi siswa peraih peringkat 1, 2 dan 3 di setiap kelas dari seluruh tingkatan. Tahun ini, <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inalum/" target="_blank">PT Inalum</a> dipilih sebagai lokasi kunjungan untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai budaya kerja, disiplin, keselamatan, serta aktivitas industri yang berlangsung di lapangan.</p><p>Rombongan diberangkatkan langsung oleh Kepala SMK Swasta Imelda Medan, Dr. Hendra Sahputra <a href="https://www.asatupro.com/tag/batubara/" target="_blank">Batubara</a>, S.Pd., M.Pd.T, pada Selasa pagi.</p><p>Setibanya di lokasi, rombongan disambut pihak <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inalum/" target="_blank">PT Inalum</a>, termasuk Muhammad Fadly selaku Humas <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inalum/" target="_blank">PT Inalum</a>.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/6974ce5ac660610b44d9b9fed0ff9548_IMG-20260915-WA0121.jpg">Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak perusahaan, kemudian dilanjutkan sambutan dari Huzaimah Ulfa, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang mewakili rombongan SMK Swasta Imelda Medan.</p><p>Peserta selanjutnya mengikuti safety briefing, menyaksikan profil perusahaan, serta mendapatkan pemaparan materi mengenai lingkungan dan aktivitas dunia industri.</p><p>Tak hanya berlangsung di dalam ruangan, peserta juga diajak melihat langsung aktivitas industri melalui kunjungan lapangan ke pabrik peleburan aluminium.</p><p>Kunjungan ini menjadi salah satu bagian penting dalam <a href="https://www.asatupro.com/tag/eduwisata/" target="_blank">Eduwisata</a> karena siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan gambaran nyata proses kerja di lingkungan industri.</p><p>Usai kunjungan pabrik, rombongan kembali ke ballroom untuk mengikuti sesi penutupan.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/c9e1074f5b3f9fc8ea15d152add07294_IMG-20260915-WA0124.jpg">Penutupan ditandai dengan pertukaran cenderamata antara pihak SMK Swasta Imelda Medan dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inalum/" target="_blank">PT Inalum</a>. Cenderamata tersebut diserahkan dan diterima oleh Nursyahrul Ritonga, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Swasta Imelda Medan.</p><p>Dari kawasan <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inalum/" target="_blank">PT Inalum</a>, perjalanan rombongan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan rekreasi di Danau Tanjung Gading. Para siswa dan guru pendamping menikmati panorama alam sekaligus melepas penat setelah mengikuti rangkaian kegiatan <a href="https://www.asatupro.com/tag/eduwisata/" target="_blank">Eduwisata</a>.</p><p>Sore harinya, seluruh rombongan bertolak kembali menuju Medan.</p><p>Bagi SMK Swasta Imelda Medan, <a href="https://www.asatupro.com/tag/eduwisata/" target="_blank">Eduwisata</a> tersebut bukan sekadar perjalanan di luar sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar kontekstual, khususnya dalam memperkenalkan dunia industri kepada siswa sekaligus memotivasi mereka agar terus meningkatkan prestasi.</p><p>Pesan yang dibawa pun sederhana: prestasi harus diapresiasi, dan apresiasi terbaik adalah pengalaman yang dapat membuka wawasan siswa terhadap masa depan mereka.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_9389_Raih-Prestasi--Dapat-Reward--125-Siswa-SMK-Swasta-Imelda-Medan-Kunjungi-PT-INALUM.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/pendidikan/3767/raih-prestasi-dapat-reward-125-siswa-smk-swasta-imelda-medan-kunjungi-pt-inalum/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini</guid>
            <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 13:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, asatupro.com  Posisi Petani kelapa sawit di Indonesia masih lemah sehingga sulit membangun kemitraan dengan perusahaan perkebunan se]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan, asatupro.com</b> - Posisi Petani kelapa sawit di Indonesia masih lemah sehingga sulit membangun kemitraan dengan perusahaan perkebunan secara adil, transparan, dan saling menguntungkan satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh para petani sawit itu sendiri saat memberikan tanggapan dalam acara "Uji Publik Model <a href="https://www.asatupro.com/tag/kemitraan/" target="_blank">Kemitraan</a> Petani dan Perusahaan" yang diselenggarakan di Gedung Digital Learning Center, Universitas Sumatera Utara (<a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a>), Selasa (15/9/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini digelar atas kolaborasi Rumah Sawit Indonesia (<a href="https://www.asatupro.com/tag/rsi/" target="_blank">RSI</a>) dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a> serta didukung oleh banyak pihak, termasuk dari kalangan perusahaan perkebunan kelapa sawit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gus Dalhari Harahap selaku Ketua Asosiasi Petani <a href="https://www.asatupro.com/tag/kelapa-sawit/" target="_blank">Kelapa Sawit</a> Indonesia (APKASINDO) Sumut dalam acara bertajuk  "Membangun Petani yang Kompetitif Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi" itu mengungkapkan fakta yang ironis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Soal kemitraan antara perusahaan dan petani sejatinya sudah diatur dalam beragam regulasi. Ada banyak aturan mainnya, tapi hanya sedikit yang terwujud," kata Gus Dalhari Harahap SH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping itu dia juga bilang petani sawit masih menghadapi banyak tekanan dari berbagai pihak, termasuk soal kebun sawit milik petani masuk dalam kawasan hutan.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_1998_.jpg"><br></p><br>"Agar kita semua tahu, Padang Bolak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dulunya adalah kawasan padang rumput dan cenderung gersang, tapi kini subur dan hijau setalah menjadi kebun kelapa sawit milik petani," ungkapnya.<br></p><hr><br>Syarifuddin Sirait selaku DPD I Asosiasi Petani <a href="https://www.asatupro.com/tag/kelapa-sawit/" target="_blank">Kelapa Sawit</a> Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Sumut melah mengungkapkan fakta yang tidak kalah mencengangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria yang didaulat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Aspek-PIR Indonesia i no i bilang sekarang ini justru banyak petani dan perusahaan sawit yang dulunya bermitra, kini mallah sudah "pisah ranjang" alias tidak lagi saling bermitra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Yang sudah lama bermitra saja kini sudah "pisah ranjang". Harus bagaimana lagi cara membangun kemitraan ini," kata Ketua Koperasi Petani <a href="https://www.asatupro.com/tag/kelapa-sawit/" target="_blank">Kelapa Sawit</a> (KPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengetahui semua situasi ini, Ketua Umum <a href="https://www.asatupro.com/tag/rsi/" target="_blank">RSI</a>, Kacuk Sumarto, mendorong untuk melakukan sesuatu yang berharga bagi keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit secara nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya mendorong <a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a> untuk membangun dan menjadi Pusat Penelitian atau <a href="https://www.asatupro.com/tag/pusat-kajian/" target="_blank">Pusat Kajian</a> Strategis Sawit Nasional. Ini penting mengingat banyak regulasi sawit yang justru belum bisa terlaksana dengan. Baik," kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia mencontohkan soal hak guna usaha (HGU) yang secara hukum dan sesuai aturan main sangat clear and clean, tetapi justru belakangan banyak menghadapi persoalan baru.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_3562_.jpg"><br></p><br>Begitu juga dengan pembangunan kemitraan antara petani dan perusahaan sawit, Kacuk Sumarto bilang sebaiknya dibutuhkan kajian dari <a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a> agar hal ini bisa terlaksana dengan baik di kemudian hari.</p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_3774_Posisi-Petani-Sawit-Lemah-dan-Sulit-Bermitra--RSI-Dorong-USU-Lakukan-Ini.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3765/posisi-petani-sawit-lemah-dan-sulit-bermitra-rsi-dorong-usu-lakukan-ini/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit</guid>
            <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, asatupro.com  Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Diana Chalil, menilai proses Korpo]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan, asatupro.com </b>- Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sumatera Utara (<a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a>), Prof. Dr. <a href="https://www.asatupro.com/tag/diana-chalil/" target="_blank">Diana Chalil</a>, menilai proses korporotisasi berpotensi memperkuat posisi petani kelapa sawit.<p></p><p>"<a href="https://www.asatupro.com/tag/korporatisasi/" target="_blank">Korporatisasi</a> perkebunan rakyat menjadi langkah krusial dalam memperkuat posisi tawar petani kelapa sawit swadaya di tengah makin mengecilnya skala kepemilikan lahan nasional," kata <a href="https://www.asatupro.com/tag/diana-chalil/" target="_blank">Diana Chalil</a>, Selasa (15/9/2026).</p><p>Diana menyampaikan hal itu dalam Diskusi Uji Publik bertajuk "Kemitraan Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi". </p><p>Agenda ini diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran (Learning Center) di kompleks Kampus <a href="https://www.asatupro.com/tag/usu/" target="_blank">USU</a> di Padang Bulan, Medan, oleh <a href="https://www.asatupro.com/tag/rumah-sawit-indonesia/" target="_blank">Rumah Sawit Indonesia</a> (RSI) yang dipimpin Kacuk Sumarto.</p><p>Kata <a href="https://www.asatupro.com/tag/diana-chalil/" target="_blank">Diana Chalil</a>, melalui tata kelola kelembagaan yang terintegrasi, petani swadaya berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar ekspor global.</p><p>Dalam paparannya bertajuk "<a href="https://www.asatupro.com/tag/korporatisasi/" target="_blank">Korporatisasi</a> &amp; Kemitraan Sebagai Alternatif Peningkatan Posisi Perkebunan Rakyat dalam Rantai Pasok", Prof. Diana menyoroti tantangan struktur kepemilikan lahan di Indonesia. </p><p>Berdasarkan data nasional, sebanyak 17,25 juta atau 61,3% rumah tangga usaha pertanian mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar&mdash;angka ini melonjak 21,03% dibandingkan tahun 2013.</p><p>Tantangan tersebut kian memprihatinkan lantaran jumlah petani sangat gurem dengan kepemilikan lahan di bawah 0,1 hektar melonjak hingga 70%, yakni mencapai 7,39 juta orang. </p><p>"Fragmentasi lahan yang tinggi ini membatasi efisiensi operasional dan memperlemah bargaining position petani saat berhadapan dengan rantai pasok industri," kata Prof Diana.</p><p>Guna mengatasi persoalan efisiensi akibat minimnya kepemilikan lahan, Prof. Diana menawarkan konsep korporatisasi petani yang dibangun di atas enam pilar utama. <br></p><hr><br>Keenam aspek tersebut mencakup pemenuhan skala usaha minimum, penerapan single management, perencanaan jangka panjang, kepastian legalitas usaha, adopsi teknologi modern, serta penguatan jejaring atau kemitraan strategis.<p></p><p>Dalam praktiknya, kata dia, model kemitraan inti-plasma dinilai berpotensi besar menjadi fondasi korporatisasi petani modern, dengan penyesuaian pada aspek awal kepemilikan lahan. </p><p>"Pola ini memungkinkan petani swadaya mengonsolidasikan manajemen perkebunan mereka tanpa kehilangan hak atas lahan individual," ujarnya.</p><p>Pengembangan korporasi tani dapat dimulai menggunakan pendekatan top-down khusus bagi kelompok pemula guna membangun fondasi manajerial awal. </p><p>Namun, target akhirnya adalah mentransformasikan kelembagaan tersebut menjadi pendekatan bottom-up agar terbentuk unit usaha yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkesinambungan dalam jangka panjang.</p><p>Prof. Diana menambahkan, pendekatan bottom-up mensyaratkan kapasitas dasar kelembagaan yang lebih matang dibandingkan kelompok tani konvensional. </p><p>Oleh karena itu, program capacity building yang terencana dan konsisten bagi pengurus maupun anggota kelompok tani menjadi kunci utama kelancaran transisi tersebut.</p><p>Prof Diana juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan perusahaan perkebunan sebagai akselerator peningkatan kapasitas. </p><p>Kemitraan tidak hanya mencakup pendampingan teknis dan manajerial, tetapi juga mempermudah edukasi kelembagaan serta membuka akses finansial dan pasar yang lebih adil bagi para petani perkebunan rakyat.<br></p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_3960_Diana-Chalil-Nilai-Korporotasi-Perkuat-Posisi-Petani-Sawit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3764/diana-chalil-nilai-korporotisasi-perkuat-posisi-petani-sawit/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemitraan Perusahaan dan Petani Sawit Didukung RSI - USU</guid>
            <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 09:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemitraan Perusahaan dan Petani Sawit Didukung RSI - USU]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, asatupro.com  Kemitraan antara perusahaan dan kelembagaan petani kelapa sawit didukung dan didorong sepenuhnya oleh Rumah Sawit Indo]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan, asatupro.com</b> - <a href="https://www.asatupro.com/tag/kemitraan/" target="_blank">Kemitraan</a> antara perusahaan dan kelembagaan petani kelapa sawit didukung dan didorong sepenuhnya oleh <a href="https://www.asatupro.com/tag/rumah-sawit-indonesia/" target="_blank">Rumah Sawit Indonesia</a> (RSI) dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/universitas-sumatera-utara/" target="_blank">Universitas Sumatera Utara</a> (USU) agar bisa terwujud.<p></p><p>"Sebab kemitraan tersebut kami nilai sebagai kunci utama membangun sumber daya manusia pertanian yang handal dan kompetitif," kata Ketua Umum RSI, <a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a>, di Gedung Learning Center, kampus USU, Selasa (15)9/2026).</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a> menyampaikan hal itu saat menyampaikan kata sambutan dalam acara Diskusi Uji Publik bertajuk "<a href="https://www.asatupro.com/tag/kemitraan/" target="_blank">Kemitraan</a> Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi".</p><p>Kegiatan itu diikuti banyak pihak berkompeten seperti dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Syaiful Bahri Pardede dari PT LAT Trisakti, para akademisi seperti Diana Chalil dari USU dan Ronald Naibaho dari Akademi Teknik Deli Serdang (ATDS).</p><p>Ikut juga para pengurus sejumlah organisasi perusahaan sawit seperti RSI dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), petinggi PT Agrinas Palma dan PalmCo, dan dari perusahaan sawit lainnya.</p><p>Tidak ketinggalan hadir juga para petani sawit plasma seperti Syarifuddin Sirait dan Sahnan Solin selaku Ketua dan Sekretaris DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Sumut, dan Gus Dalhari Harahap selaku Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumut.</p><p>Dalam pemaparannya, <a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a> menyoroti keberadaan beleid atau regulasi terkait petani sawit yang saat ini dinilai masih serba lemah di berbagai aspek mendasar. </p><p>Kendala utama yang dihadapi petani meliputi masalah legalitas seperti izin usaha dan status lahan, kelembagaan yang belum kokoh, keterbatasan visi dan misi bisnis.</p><p>"Kemudian problem status daya dukung lahan yang mayoritas milik negara, hingga akses finansial serta dana revitalisasi yang minim," beber <a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a>.</p><p><br></p><p><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_7998_.jpg"><br></p><p><br></p><p>"Kondisi mendasar ini menuntut adanya langkah strategis mendasar agar keberadaan petani swadaya dapat terangkat posisinya secara rasional dan berkelanjutan," kata Kacuk.<br></p><hr><br>Guna mengatasi hambatan tersebut, RSI merumuskan tahapan integratif dalam membangun perjuangan kemitraan, yang dimulai dari tahap Persiapan. <p></p><p>Pada fase ini, pembenahan legalitas berupa penyelesaian status lahan, izin usaha, dan alas hak menjadi prioritas utama. </p><p>"Langkah ini harus beriringan dengan konsolidasi kelembagaan petani bersama pemerintah daerah dan dinas koperasi, penyiapan master plan serta roadmap bisnis," kata owner PT Paya Pinang Group ini.</p><p>"Juga formulasi pola kemitraan yang adil, pembangunan struktur organisasi, kesiapan pendanaan, studi antropologi sosial, hingga penyiapan core energy berbasis komunitas," tambah <a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a> lagi.</p><p>Setelah pondasi awal terbentuk,  kata dia, strategi dilanjutkan ke tahap Pembangunan kelembagaan dan pola bisnis kemitraan penuh. </p><p>Pada fase ini, aspek peningkatan kapasitas (capacity building) difokuskan pada penguatan soft skill, hard skill, serta personality skill para petani. </p><p>Selain penyiapan kebun baru dan sarana prasarana, dia bilang penguatan diarahkan pada penyiapan usaha integratif berbasis ekonomi sirkular, pembenahan administrasi.</p><p>Dan, kata dia lagi, membangun sistem monitoring-evaluasi (monev), penyerapan seluruh hasil panen, digitalisasi tata kelola, serta penerapan sertifikasi keberlanjutan.</p><p>Tahapan berikutnya mendorong akselerasi melalui skema pembesaran skala usaha dan korporatisasi. </p><p>Petani tidak hanya berhenti pada aktivitas hulu, melainkan diarahkan pada industri pengolahan produk konsumsi (consumer goods), perluasan pemasaran skala lokal dan regional.<br></p><hr><br>Serta pengembangan produk dan pasar baru. <a href="https://www.asatupro.com/tag/kemitraan/" target="_blank">Kemitraan</a> yang matang ini dipersiapkan untuk meluncurkan entitas bisnis baru yang profesional sejalan dengan pemenuhan standar sertifikasi keberlanjutan yang konsisten.<p></p><p>Pada tingkat penguatan tertinggi, perjuangan kemitraan bermuara pada Perbesaran cakupan bisnis yang agresif menuju arah konglomerasi bisnis. </p><p>Melalui korporatisasi berkelanjutan, petani diharapkan mampu memperluas ukuran pasar dan volume bisnis secara mandiri. </p><p>Langkah ini dirancang untuk mengubah landscape kelembagaan petani dari yang sifatnya konvensional menjadi entitas ekonomi berskala besar dan berdaya saing global.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a> menegaskan bahwa end goal atau tujuan akhir dari seluruh rangkaian proses kemitraan dan transformasi struktural ini adalah lahirnya koperasi korporat yang mandiri. </p><p>Bentuk kelembagaan ini memosisikan petani bukan sekadar sebagai objek atau mitra pasif, melainkan sebagai pemilik saham dan pengelola entitas korporasi berbasis koperasi yang memiliki posisi tawar berimbang di industri sawit nasional.</p><p>Lebih jauh, integrasi kemitraan, intensifikasi lahan, dan industrialisasi ini ditujukan untuk mewujudkan tiga sasaran strategis utama. </p><p>Pertama, membentuk karakter petani sawit yang handal, kompetitif, dan memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi dinamika pasar. </p><p>Kedua, memperkuat kontribusi nyata sektor perkelapasawitan terhadap ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.</p><p><br></p><p><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_9160_.jpg"><br></p><p><br></p><p>Ketiga, transformasi ini juga menjawab tuntutan global melalui penerapan metode pertanian regeneratif (regenerative agriculture) yang berwawasan lingkungan. <br></p><hr><br>"Melalui sinergi antara pelaku usaha dan petani di forum uji publik USU ini, RSI berharap momentum industrialisasi sawit nasional dapat terus berjalan inklusif, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh petani sawit Indonesia," tegas <a href="https://www.asatupro.com/tag/kacuk-sumarto/" target="_blank">Kacuk Sumarto</a>.<p></p><p></p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_9128_Kemitraan-Perusahaan-dan-Petani-Sawit-Didukung-RSI----USU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3762/kemitraan-perusahaan-dan-petani-sawit-didukung-rsi-usu/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aktivis Anti Judi dan Narkoba Desak Kapolri - Kapolda Sumut Berantas Perjudian dan Narkoba di Sumut</guid>
            <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 21:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aktivis Anti Judi dan Narkoba Desak Kapolri - Kapolda Sumut Berantas Perjudian dan Narkoba di Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Aktivis Anti Judi dan Narkoba Desak Kapolri  Kapolda Sumut Berantas Perjudian dan Narkoba di Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Maraknya dugaan aktivitas perjudian dan peredaran <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> di <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a> kembali menjadi sorotan. Aktivis Anti Judi dan Anti Narkoba Sumut, <a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a> Silalahi, mendesak <a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolda-sumut/" target="_blank">Kapolda Sumut</a> Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto mengambil langkah tegas untuk memberantas praktik tersebut. Demikian dikatakan <a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a> saat bincang bincang pada hari Senin (14/9/2026) pagi.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a> meminta aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penindakan sesaat, tetapi membongkar hingga ke akar persoalan serta menutup secara permanen lokasi - lokasi yang terbukti menjadi tempat perjudian maupun peredaran <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a>.</p><p>Menurut <a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a>, keberadaan judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Jika dibiarkan, kedua aktivitas tersebut dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan sosial masyarakat, khususnya generasi muda.</p><p>"Judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> sangat jelas merusak generasi anak bangsa. Karena itu, saya meminta <a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolda-sumut/" target="_blank">Kapolda Sumut</a> benar - benar memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini," kata <a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a>.</p><p>Ia mengaku kerap menerima keluhan dari masyarakat terkait dugaan masih adanya aktivitas perjudian serta peredaran <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> di sejumlah wilayah di <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a>.</p><p>Keluhan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> masih menjadi keresahan masyarakat yang membutuhkan respons serius dari aparat penegak hukum.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a> menilai pemberantasan judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku di lapangan. Aparat juga perlu menelusuri pihak - pihak yang berada di balik aktivitas tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang membuat praktik ilegal itu terus berulang.</p><p>"Kalau judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> tidak diberantas secara serius, saya khawatir generasi muda kita semakin rusak. Harapan kita tentu generasi penerus bangsa jangan sampai hancur lebur karena judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a>," ujarnya.</p><p>Ia juga mengingatkan agar kepentingan pribadi maupun keuntungan ekonomi dari aktivitas ilegal tidak sampai mengorbankan masa depan anak bangsa.</p><p>"Jangan hanya karena kepentingan atau keuntungan pribadi, anak bangsa kita menjadi korban. Harapan saya kepada aparat penegak hukum, segera berantas perjudian dan peredaran <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> di <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a> demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," tegas <a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a>.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/robin/" target="_blank">Robin</a> berharap langkah pemberantasan dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Selain penindakan hukum, ia menilai upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan pemuda, juga penting untuk memutus mata rantai perjudian dan penyalahgunaan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a>.</p><p>Desakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan perjudian dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.</p><p>Masyarakat diharapkan berani menyampaikan informasi kepada aparat, sementara aparat penegak hukum dituntut memastikan setiap laporan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p><p>Dengan demikian, pemberantasan judi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">narkoba</a> tidak berhenti pada operasi penindakan, tetapi benar-benar diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a>. (Tim Aktivis)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_1535_Aktivis-Anti-Judi-dan-Narkoba-Desak-Kapolri---Kapolda-Sumut-Berantas-Perjudian-dan-Narkoba-di-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/medan/3763/aktivis-anti-judi-dan-narkoba-desak-kapolri-kapolda-sumut-berantas-perjudian-dan-narkoba-di-sumut/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolsek Medan Timur Turun ke Sekolah, Seribuan Siswa SMK Imelda Dapat Peringatan Keras soal Tawuran, Narkoba hingga Judi Online</guid>
            <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 18:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolsek Medan Timur Turun ke Sekolah, Seribuan Siswa SMK Imelda Dapat Peringatan Keras soal Tawuran, Narkoba hingga Judi Online]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolsek Medan Timur Turun ke Sekolah, Seribuan Siswa SMK Imelda Dapat Peringatan Keras soal Tawuran, Narkoba hingga Judi Online]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Suasana upacara bendera di SMK Swasta Imelda <a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Senin (14/9/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal pekan, upacara kali ini menjadi momentum edukasi langsung dari kepolisian kepada seribuan siswa tentang disiplin, kenakalan remaja, bahaya narkoba, tawuran, hingga ancaman penggunaan media sosial secara negatif.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolsek-medan-timur/" target="_blank">Kapolsek </a><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Timur, Kompol Agus M. Butar-butar, SH, turun langsung sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat di hadapan para siswa serta dewan guru.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/1c9ac0159c94d8d0cbedc973445af2da_IMG-20260915-WA0102.jpg">Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan berlangsung khidmat. Hadir Kepala SMK Swasta Imelda <a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Dr. Hendra Sahputra Batubara, S.Pd., M.Pd.T, didampingi Nursyahrul Ritonga, M.Pd. selaku Wakil Kepala <a href="https://www.asatupro.com/tag/sekolah/" target="_blank">Sekolah</a> Bidang Kesiswaan serta Huzaimah Ulfa selaku Wakil Kepala <a href="https://www.asatupro.com/tag/sekolah/" target="_blank">Sekolah</a> Bidang Kurikulum.</p><p><b>Kapolsek: Cinta Tanah Air Dimulai dari Belajar</b></p><p>Dalam amanatnya, Kompol Agus menekankan bahwa upacara bendera bukan sekadar seremoni. Menurutnya, upacara merupakan salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap negara.</p><p>"Makna upacara adalah bentuk kita mencintai negara. Cara mencintainya? Belajar yang baik dan rajin."</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/0a09c8844ba8f0936c20bd791130d6b6_IMG-20260915-WA0097.jpg">Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan di kalangan pelajar harus diwujudkan melalui prestasi, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalani pendidikan.</p><p><b>Kenakalan Remaja Jadi Sorotan</b></p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolsek-medan-timur/" target="_blank">Kapolsek </a><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Timur juga menyoroti persoalan kenakalan remaja yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.</p><p>Ia membagi bentuk kenakalan remaja ke dalam dua kelompok, yakni internal seperti bolos sekolah dan merokok, serta eksternal seperti balap liar, tawuran dan penyalahgunaan narkoba.</p><p>Kompol Agus juga mengingatkan para siswa agar tidak sembarangan menggunakan media sosial.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/006f52e9102a8d3be2fe5614f42ba989_IMG-20260915-WA0100.jpg">Menurutnya, perkembangan media sosial dapat dimanfaatkan untuk hal positif, namun juga berpotensi memperluas interaksi kelompok yang mengarah pada perilaku negatif.</p><p>"Kenakalan remaja sekarang meningkat karena medsos. Geng motor bisa saling berinteraksi. Hati-hati!"</p><p>Ia turut mengingatkan konsekuensi hukum bagi pelajar yang kedapatan membawa atau menggunakan senjata tajam dalam konteks tindak pidana.</p><p>Kapolsek juga mengingatkan bahwa persoalan hukum dapat berdampak terhadap masa depan, termasuk ketika seseorang membutuhkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (<a href="https://www.asatupro.com/tag/skck/" target="_blank">SKCK</a>) untuk kepentingan tertentu seperti melamar pekerjaan, sesuai dengan ketentuan dan riwayat hukum yang tercatat.</p><p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a>, Tawuran dan Balap Liar: Jangan Rusak Masa Depan</b></p><p>Di hadapan para siswa, Kompol Agus meminta agar generasi muda tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.</p><p>Ia mendorong para pelajar untuk meningkatkan prestasi, memilih pergaulan yang sehat dan menjauhi narkoba.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/65ded5353c5ee48d0b7d48c591b8f430_IMG-20260915-WA0095.jpg">"Tingkatkan prestasi. Hindari lingkungan negatif. Jauhi narkoba karena akan merusak masa depan."</p><p>Tidak hanya soal pergaulan, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas.</p><p>Para siswa diminta menggunakan helm, menaati aturan lalu lintas serta tidak melakukan pelanggaran seperti berboncengan tiga.</p><p><b>HP untuk Belajar, Bukan <a href="https://www.asatupro.com/tag/judi-online/" target="_blank">Judi Online</a></b></p><p>Pesan lainnya menyasar penggunaan telepon seluler di kalangan pelajar.</p><p>Kompol Agus mengingatkan agar teknologi digunakan untuk menunjang proses belajar, bukan untuk aktivitas yang dapat merusak masa depan.</p><p>Ia secara tegas mengingatkan siswa agar tidak terlibat <a href="https://www.asatupro.com/tag/judi-online/" target="_blank">judi online</a>, menghindari kebiasaan begadang dan menggunakan waktu secara produktif.</p><p>"Gunakan HP untuk belajar. Jangan <a href="https://www.asatupro.com/tag/judi-online/" target="_blank">judi online</a>. Jangan begadang."</p><p>Di akhir amanatnya, Kompol Agus menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.</p><p>"Negara menginginkan generasi maju. Kalianlah pengganti kami ke depannya. Banggakan keluarga kalian!"</p><p><b>Polisi Masuk <a href="https://www.asatupro.com/tag/sekolah/" target="_blank">Sekolah</a>, Edukasi Jadi Benteng Pencegahan</b></p><p>Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan langsung antara kepolisian dan dunia pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja sejak dini.</p><p>Bagi para siswa, kehadiran <a href="https://www.asatupro.com/tag/kapolsek-medan-timur/" target="_blank">Kapolsek </a><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Timur sebagai pembina upacara bukan hanya memberikan pesan kedisiplinan, tetapi juga membuka pemahaman mengenai konsekuensi sosial dan hukum dari berbagai tindakan yang dapat mengganggu masa depan mereka.</p><p>Upacara bendera berlangsung lancar dan tertib. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran kepolisian, pihak sekolah, dewan guru dan para siswa.</p><p>Pesan yang dibawa dari lapangan upacara pagi itu sederhana, tetapi tegas: jangan biarkan pergaulan, media sosial, narkoba, tawuran, balap liar maupun <a href="https://www.asatupro.com/tag/judi-online/" target="_blank">judi online</a> mencuri masa depan generasi muda.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_9987_Kapolsek-Medan-Timur-Turun-ke-Sekolah--Seribuan-Siswa-SMK-Imelda-Dapat-Peringatan-Keras-soal-Tawuran--Narkoba-hingga-Judi-Online.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/pendidikan/3766/kapolsek-medan-timur-turun-ke-sekolah-seribuan-siswa-smk-imelda-dapat-peringatan-keras-soal-tawuran-narkoba-hingga-judi-online/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Simak Profilnya</guid>
            <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 17:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Simak Profilnya]]></title>
            <description><![CDATA[Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Simak Profilnya]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/jakarta/" target="_blank">Jakarta</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru di Istana Kepresidenan, <a href="https://www.asatupro.com/tag/jakarta/" target="_blank">Jakarta</a>. Suahasil dilantik untuk menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa.</p><p>Pergantian kepemimpinan di pos strategis fiskal negara ini menarik perhatian publik dan pelaku pasar, mengingat rekam jejak Suahasil yang telah lama berkecimpung di dunia birokrasi keuangan nasional.</p><p>​<b>Perjalanan Karier dan Pengalaman Birokrasi</b></p><p>​Suahasil Nazara bukanlah figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya menduduki kursi orang nomor satu di Kemenkeu, ia telah lama mendampingi roda kebijakan fiskal Indonesia, termasuk menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Keuangan serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).</p><p>​Selain berkarier di birokrasi pemerintahan, Suahasil memiliki latar belakang akademisi yang kuat. Ia merupakan guru besar atau profesor di bidang Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang telah mengajar sejak tahun 1999.</p><p>Pengalamannya di bidang perumusan kebijakan publik juga terbukti saat ia menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat TNP2K Kantor Wakil Presiden RI (2010&ndash;2015) serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN).</p><p><b>Latar Belakang Pendidikan</b></p><p>Dari sisi akademis, Suahasil memiliki kualifikasi pendidikan tinggi yang mumpuni di bidang ekonomi:</p><p>​<b>Sarjana Ekonomi (S.E.):</b> Universitas Indonesia.</p><p><b>Master of Science (M.Sc.):</b> Cornell University, Amerika Serikat (1997).</p><p>​<b>Doctor of Philosophy (Ph.D.): </b>University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (2003).</p><p><b>Komitmen Menjaga Kesehatan APBN</b></p><p>​Usai pelantikannya, Suahasil menegaskan pentingnya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar senantiasa berada dalam kondisi yang sehat, kredibel, serta mampu menjadi instrumen yang tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.</p><p>Kehadirannya di kursi kepemimpinan Kementerian Keuangan diharapkan mampu memberikan stabilitas serta kepercayaan bagi para investor dan sektor riil.​<p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_2315_Suahasil-Gantikan-Purbaya-sebagai-Menteri-Keuangan--Simak-Profilnya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/nasional/3761/suahasil-gantikan-purbaya-sebagai-menteri-keuangan-simak-profilnya/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DARAH BIRU MASA DEPAN TERANCAM: GAB Desak Polda Sumut dan Interpol Libas Jaringan Internasional Vape &quot;Getar&quot; di Tanjungbalai</guid>
            <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 17:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DARAH BIRU MASA DEPAN TERANCAM: GAB Desak Polda Sumut dan Interpol Libas Jaringan Internasional Vape "Getar" di Tanjungbalai]]></title>
            <description><![CDATA[DARAH BIRU MASA DEPAN TERANCAM GAB Desak Polda Sumut dan Interpol Libas Jaringan Internasional Vape &quotGetar&quot di Tanjungbalai]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/tanjung-balai/" target="_blank">Tanjung Balai</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Ancaman narkotika jenis baru kian mengintai kawasan pesisir <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a>. Gerakan Aktivis Bersatu (<a href="https://www.asatupro.com/tag/gab/" target="_blank">GAB</a>) secara tegas meminta Kepolisian Daerah <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a> (<a href="https://www.asatupro.com/tag/polda-sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a>), khususnya Direktorat Reserse Narkoba (<a href="https://www.asatupro.com/tag/ditresnarkoba/" target="_blank">Ditresnarkoba</a>), untuk bergerak cepat mengusut tuntas peredaran gelap narkoba yang dikemas dalam bentuk cairan vape (rokok elektrik) atau yang populer disebut "<a href="https://www.asatupro.com/tag/vape-getar/" target="_blank">vape getar</a>" di Kota Tanjungbalai.</p><p>​Modus pengemasan narkotika dalam liquid vape ini dinilai sebagai taktik membahayakan untuk mengelabui aparat hukum dan memikat generasi muda. Warga Tanjungbalai kini diliputi kecemasan mendalam melihat barang haram tersebut diduga kian masif mengincar kalangan remaja dan dewasa muda.</p><p>​Ketua Gerakan Aktivis Bersatu, Rudi Bakti, S.T., menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kota Tanjungbalai yang berbatasan langsung dengan perairan internasional sangat rentan menjadi pintu masuk penyelundupan barang haram jaringan lintas negara.</p><p>​"Ini bukan lagi sekadar ancaman lokal, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami mendesak Kapolda Sumut dan Dirresnarkoba Poldasu turun tangan langsung membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Bandar besar jaringan internasional yang diduga berinisial AL alias Alung dideduksi kuat sebagai dalang utama yang mengendalikan pasokan <a href="https://www.asatupro.com/tag/vape-getar/" target="_blank">vape getar</a> ini di wilayah Tanjungbalai," tegas Rudi Bakti.</p><p>​Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua <a href="https://www.asatupro.com/tag/gab/" target="_blank">GAB</a>, Risky Iswandi, S.H., menyoroti pentingnya langkah hukum berskala internasional. Mengingat adanya dugaan keterlibatan jaringan lintas batas, ia mendesak keterlibatan aparat penegak hukum lintas negara untuk melacak keberadaan sang bos besar.</p><p>​"Melihat indikasi kuat keterlibatan jaringan luar negeri, kami mendesak <a href="https://www.asatupro.com/tag/kepolisian-ri/" target="_blank">Kepolisian RI</a> berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penyelidikan intensif dan mendalam. Sdr. AL diduga kuat menjadi mastermind di balik peredaran narkoba jenis vape ini. Jangan beri ruang sedikit pun bagi para perusak anak bangsa untuk bersembunyi," ujar Risky Iswandi.</p><p>​Tak main-main, <a href="https://www.asatupro.com/tag/gab/" target="_blank">GAB</a> juga memberikan sinyal penegasan tegas kepada aparat penegak hukum. Dalam waktu dekat, jika Bandar Besar narkoba jenis <a href="https://www.asatupro.com/tag/vape-getar/" target="_blank">vape getar</a> ini tidak kunjung ditangkap, Gerakan Aktivis Bersatu memastikan akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran di Markas <a href="https://www.asatupro.com/tag/polda-sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a>.</p><p>Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari Kapolda <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a> dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/ditresnarkoba/" target="_blank">Ditresnarkoba</a><a href="https://www.asatupro.com/tag/polda-sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a> atas penyelesaian kasus yang mengancam keselamatan generasi muda ini. (Red/Tim)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_6748_DARAH-BIRU-MASA-DEPAN-TERANCAM--GAB-Desak-Polda-Sumut-dan-Interpol-Libas-Jaringan-Internasional-Vape--quot-Getar-quot--di-Tanjungbalai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/peristiwa/3760/darah-biru-masa-depan-terancam-gab-desak-polda-sumut-dan-interpol-libas-jaringan-internasional-vape-quotgetarquot-di-tanjungbalai/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wapres Gibran Terkejut! Keluarga Pancurbatu Mengadu Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO</guid>
            <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 13:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wapres Gibran Terkejut! Keluarga Pancurbatu Mengadu Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO]]></title>
            <description><![CDATA[Wapres Gibran Terkejut! Keluarga Pancurbatu Mengadu Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/tanah-karo/" target="_blank">Tanah Karo</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Kasus hukum yang menyeret sebuah keluarga asal Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mencuri perhatian setelah persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI <a href="https://www.asatupro.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> Rakabuming Raka.</p><p>Keluarga tersebut mengaku sebagai korban dugaan pencurian di toko usaha mereka pada September 2025. Namun, mereka mempertanyakan proses hukum yang kemudian menempatkan salah seorang anggota keluarga sebagai tersangka, sementara tiga anggota keluarga lainnya disebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) <a href="https://www.asatupro.com/tag/polrestabes-medan/" target="_blank">Polrestabes Medan</a>.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_IMG-20260913-WA0103.jpg">Persoalan itu semakin menjadi sorotan karena, berdasarkan pengakuan keluarga, sebelumnya mereka mendapat arahan serta pendampingan dari pihak Polsek Pancur Batu untuk menangkap orang yang mereka duga sebagai pelaku pencurian.</p><p>Dalam keterangannya kepada Wapres, keluarga juga menyebut nama Brigadir Shinto Sembiring sebagai salah satu personel yang disebut ikut mendampingi proses tersebut.</p><p>Namun, berbagai klaim tersebut masih merupakan versi dan pengakuan pihak keluarga serta perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam perkara.</p><p><b>MENGADU LANGSUNG KE WAPRES</b></p><p>Saat bertemu Wapres <a href="https://www.asatupro.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> di Kabupaten Karo, keluarga menyerahkan surat pengaduan beserta sejumlah dokumen yang mereka sebut berkaitan dengan laporan polisi dan proses hukum perkara tersebut.</p><p>Suasana haru pecah. Sejumlah anggota keluarga bahkan menangis ketika menyampaikan persoalan yang mereka klaim telah mereka hadapi.</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/f7e6c85504ce6e82442c770f7c8606f0_IMG-20260913-WA0105.jpg">Mendengar penuturan tersebut, <a href="https://www.asatupro.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> tampak terkejut.</p><p>"Waduh&hellip;, di mana Kapoldanya ini," ujar <a href="https://www.asatupro.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a>.</p><p>Wapres kemudian meminta agar persoalan tersebut ditelusuri oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan.</p><p>"Akan kami telusuri dulu ya, Bu," kata <a href="https://www.asatupro.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a>.</p><p><b>PUBLIK MENUNGGU TERANGNYA PERKARA</b></p><p>Pernyataan Wapres tersebut menjadi perhatian karena perkara ini menyangkut pertanyaan mendasar mengenai proses penanganan laporan dugaan pencurian, penetapan tersangka, serta status DPO terhadap anggota keluarga yang bersangkutan.</p><p>Kini, keluarga berharap penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara transparan dan profesional, sehingga fakta hukum dapat terungkap secara terang serta memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.</p><p>Di sisi lain, publik juga menunggu penjelasan resmi dari <a href="https://www.asatupro.com/tag/polda-sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a> maupun <a href="https://www.asatupro.com/tag/polrestabes-medan/" target="_blank">Polrestabes Medan</a> mengenai kronologi perkara, dasar penetapan tersangka, status DPO, serta benar atau tidaknya adanya pendampingan personel kepolisian sebagaimana disampaikan keluarga kepada Wapres.</p><p>Fakta hukum tetap menjadi rujukan utama. Setiap pihak yang disebut dalam perkara ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, bantahan, dan hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Tim Redaksi)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_3006_Wapres-Gibran-Terkejut--Keluarga-Pancurbatu-Mengadu-Korban-Pencurian-Malah-Jadi-Tersangka--Tiga-Keluarga-Disebut-Masuk-DPO.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/peristiwa/3759/wapres-gibran-terkejut-keluarga-pancurbatu-mengadu-korban-pencurian-malah-jadi-tersangka-tiga-keluarga-disebut-masuk-dpo/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menuju Mubes I, HBB Konsolidasikan Pandangan Tokoh Batak di Sumut</guid>
            <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 07:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menuju Mubes I, HBB Konsolidasikan Pandangan Tokoh Batak di Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Menuju Mubes I, HBB Konsolidasikan Pandangan Tokoh Batak di Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Persiapan menuju Musyawarah Besar (Mubes) I Horas Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> (HBB) memasuki tahap konsolidasi. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HBB akan menggelar audiensi dengan sejumlah tokoh <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> dari berbagai unsur di <a href="https://www.asatupro.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a>.</p><p>Audiensi dijadwalkan pada Sabtu (26/9/2026) pukul 15.00 WIB di Deli Room, Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol, Madras Hulu, <a href="https://www.asatupro.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Polonia.</p><p>Panitia Mubes I HBB menyebutkan, terdapat 10 unsur tokoh yang akan menjadi sasaran audiensi. Mereka meliputi ketua punguan marga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, akademisi, Raja Luat, Raja Panusunan, Bius 6 Puak, hingga Ketua Lembaga Adat <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a>.</p><p>Ketua Panitia Mubes I HBB Tomson Marisi Parapat SH, didampingi Sekretaris Deminar Nababan SPd MPd, mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi HBB untuk mendengar pandangan para tokoh sebelum Mubes digelar.</p><p>Ia mengatakan arahan dan bimbingan para natua-tua dibutuhkan sebagai bagian dari upaya membangun HBB secara terbuka serta sesuai dengan visi organisasi untuk mengangkat harkat dan martabat Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a>.</p><p>"Kami sebagai organisasi kesukuan <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> yang punya visi mengangkat harkat dan martabat Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a>, sangat butuh bimbingan para &#039;natua-tua&#039;. Ini bentuk penghormatan dan keterbukaan kami dalam membangun HBB," ujar Tomso</p><p>Audiensi juga diharapkan memperluas komunikasi HBB dengan berbagai elemen masyarakat <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a>. Pandangan dari tokoh adat, agama, masyarakat, pemuda, dan akademisi akan menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi dalam menentukan langkah selanjutnya.</p><p>Ketua Umum <a href="https://www.asatupro.com/tag/dpp-hbb/" target="_blank">DPP HBB</a> Lamsiang Sitompul SH MH mengatakan pertemuan tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan HBB.</p><p>"Pertemuan ini penting untuk menjaga marwah dan kehormatan Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> ke depan," tegasnya.</p><p>Mubes I Horas Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus <a href="https://www.asatupro.com/tag/dpp-hbb/" target="_blank">DPP HBB</a>. Tomson berharap forum tersebut dapat memperkuat persatuan sekaligus menyatukan visi dalam membesarkan Perkumpulan Horas Bangso <a href="https://www.asatupro.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a>. (Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_6379_Menuju-Mubes-I--HBB-Konsolidasikan-Pandangan-Tokoh-Batak-di-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/nasional/3758/menuju-mubes-i-hbb-konsolidasikan-pandangan-tokoh-batak-di-sumut/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hadiri Ngopi Kebangsaan IKAL, Kapolda Aceh Ungkap Strategi Penanganan Bencana</guid>
            <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 19:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hadiri Ngopi Kebangsaan IKAL, Kapolda Aceh Ungkap Strategi Penanganan Bencana]]></title>
            <description><![CDATA[Polri telah membangun 265 titik sumur bor di wilayah terdampak, terdiri dari 10 titik program Kapolri, 46 titik program Kapolda Aceh,]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Banda Aceh,asatupro.com</b> &mdash; Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengungkapkan langkah strategis Polri dalam penanganan bencana hidrometeorologi, mulai dari tanggap darurat hingga percepatan pemulihan pascabencana.</p><p>Hal itu disampaikan Ruddi saat menghadiri Forum Ngopi Kebangsaan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh di D&#039;Kupi Aceh Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).</p><p>Menurut Ruddi, Polri tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga berperan dalam fase pascabencana melalui asesmen dan pemetaan, bantuan kemanusiaan dan psikososial, trauma healing, perlindungan kelompok rentan, hingga restorasi infrastruktur dan fasilitas publik.</p><p>Sebagai bagian dari pemulihan kebutuhan dasar, Polri telah membangun 265 titik sumur bor di wilayah terdampak, terdiri dari 10 titik program Kapolri, 46 titik program Kapolda Aceh, dan 209 titik program Aslog Kapolri.</p><p>Ruddi menilai langkah tersebut turut memperkuat ketahanan masyarakat dari aspek keamanan, sosial budaya, dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.</p><p>Kegiatan yang mengusung tema "Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pascabencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional" itu juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan strategis para alumni Lemhannas.</p><p>Ketua DPD IKAL Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas mengatakan, IKAL Aceh terus mendorong para alumni untuk berkontribusi melalui pemikiran dan gagasan bagi pembangunan bangsa.rel.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_3221_Hadiri-Ngopi-Kebangsaan-IKAL--Kapolda-Aceh-Ungkap-Strategi-Penanganan-Bencana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/daerah/3756/hadiri-ngopi-kebangsaan-ikal-kapolda-aceh-ungkap-strategi-penanganan-bencana/</link>
            <author><![CDATA[kasmanudin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Video Pegawai PPPK Dinsos Lhokseumawe Berinisial TR Diduga Gunakan &ldquo;Pod Getar&rdquo;, Publik Desak Pemeriksaan</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 21:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Video Pegawai PPPK Dinsos Lhokseumawe Berinisial TR Diduga Gunakan “Pod Getar”, Publik Desak Pemeriksaan]]></title>
            <description><![CDATA[Video Pegawai PPPK Dinsos Lhokseumawe Berinisial TR Diduga Gunakan &ampldquoPod Getar&amprdquo, Publik Desak Pemeriksaan]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/lhokseumawe/" target="_blank">Lhokseumawe</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Sebuah video yang beredar di masyarakat dan media sosial memicu sorotan terhadap seorang pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan   Kerja (<a href="https://www.asatupro.com/tag/pppk/" target="_blank">PPPK</a>) di lingkungan <a href="https://www.asatupro.com/tag/dinas-sosial/" target="_blank">Dinas Sosial</a> Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/lhokseumawe/" target="_blank">Lhokseumawe</a> berinisial <a href="https://www.asatupro.com/tag/tr/" target="_blank">TR</a>.</p><p>Dalam rekaman tersebut, sosok yang disebut sebagai <a href="https://www.asatupro.com/tag/tr/" target="_blank">TR</a> terlihat menggunakan sebuah perangkat yang dalam narasi yang beredar disebut sebagai "<a href="https://www.asatupro.com/tag/pod-getar/" target="_blank">pod getar</a>" dan diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika.</p><p>Namun, isi dan kandungan perangkat tersebut hingga kini belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video. Karena itu, dugaan tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan dan uji laboratorium oleh pihak berwenang, bukan semata-mata berdasarkan persepsi dari video yang beredar.</p><p>Meski demikian, munculnya video tersebut tetap menjadi persoalan serius karena menyangkut seorang aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p><p>Publik pun mendesak <a href="https://www.asatupro.com/tag/dinas-sosial/" target="_blank">Dinas Sosial</a> Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/lhokseumawe/" target="_blank">Lhokseumawe</a> tidak bersikap pasif dan segera melakukan klarifikasi terhadap <a href="https://www.asatupro.com/tag/tr/" target="_blank">TR</a> serta berkoordinasi dengan instansi berwenang apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.</p><p>Sejumlah pertanyaan kini mencuat: Apakah pihak <a href="https://www.asatupro.com/tag/dinas-sosial/" target="_blank">Dinas Sosial</a> sudah mengetahui video tersebut? Apakah <a href="https://www.asatupro.com/tag/tr/" target="_blank">TR</a> telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi? Apakah perangkat yang digunakan telah diperiksa? Dan apakah akan dilakukan tes urine atau pemeriksaan narkotika terhadap yang bersangkutan?</p><p>Jika nantinya pemeriksaan resmi membuktikan adanya penyalahgunaan narkotika, persoalan tersebut tentu tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga dapat berkaitan dengan ketentuan disiplin dan kode etik aparatur pemerintah sesuai aturan yang berlaku.</p><p>Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya narkotika atau pelanggaran, hal tersebut juga penting disampaikan secara terbuka agar tidak terjadi penghakiman terhadap seseorang hanya berdasarkan video yang beredar.</p><p>Publik membutuhkan kepastian, bukan pembiaran. Status sebagai pegawai pemerintah tidak boleh menjadi alasan bagi dugaan pelanggaran untuk diabaikan, tetapi juga tidak boleh menjadi dasar untuk menjatuhkan seseorang tanpa proses pemeriksaan yang objektif.</p><p>Karena itu, Dinsos <a href="https://www.asatupro.com/tag/lhokseumawe/" target="_blank">Lhokseumawe</a> dan aparat berwenang dituntut transparan dalam menyikapi video tersebut. Pemeriksaan secara profesional menjadi penting untuk menjawab apakah yang terlihat dalam rekaman benar berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika atau justru merupakan sesuatu yang berbeda.</p><p>Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak <a href="https://www.asatupro.com/tag/dinas-sosial/" target="_blank">Dinas Sosial</a> Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/lhokseumawe/" target="_blank">Lhokseumawe</a> maupun <a href="https://www.asatupro.com/tag/tr/" target="_blank">TR</a> terkait video tersebut.<br><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_797_Video-Pegawai-PPPK-Dinsos-Lhokseumawe-Berinisial-TR-Diduga-Gunakan--ldquo-Pod-Getar-rdquo---Publik-Desak-Pemeriksaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/peristiwa/3755/video-pegawai-pppk-dinsos-lhokseumawe-berinisial-tr-diduga-gunakan-ldquopod-getarrdquo-publik-desak-pemeriksaan/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Dairi Tawarkan ILP Rp 300 Ribu, Pedagang Dilibatkan Mengawasi Kinerja PD Pasar 3 Bulan</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 18:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Dairi Tawarkan ILP Rp 300 Ribu, Pedagang Dilibatkan Mengawasi Kinerja PD Pasar 3 Bulan]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Dairi Tawarkan ILP Rp 300 Ribu, Pedagang Dilibatkan Mengawasi Kinerja PD Pasar 3 Bulan]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.asatupro.com/tag/dairi/" target="_blank">Dairi</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>&mdash;Vickner Sinaga: Kita Satu Kapal, Evaluasi Bersama Bisa Dilanjutkan Hingga 2027. Polemik kenaikan Iuran Layanan Pasar (ILP) di <a href="https://www.asatupro.com/tag/pasar-sidikalang/" target="_blank">Pasar Sidikalang</a> mulai mengerucut. Bupati <a href="https://www.asatupro.com/tag/dairi/" target="_blank">Dairi</a> Vickner Sinaga duduk satu meja dengan para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang <a href="https://www.asatupro.com/tag/pasar-sidikalang/" target="_blank">Pasar Sidikalang</a> (<a href="https://www.asatupro.com/tag/p3s/" target="_blank">P3S</a>) di Pendopo Bupati <a href="https://www.asatupro.com/tag/dairi/" target="_blank">Dairi</a>, Jumat (11/9/2026).</p><p>Pertemuan ini merupakan tindak lanjut audiensi <a href="https://www.asatupro.com/tag/p3s/" target="_blank">P3S</a> dengan Wakil Bupati Wahyu Sagala pada Selasa (8/9/2026) lalu, setelah aksi besar-besaran pedagang menolak kenaikan ILP sepihak.</p><p>Dalam pertemuan sebelumnya, <a href="https://www.asatupro.com/tag/p3s/" target="_blank">P3S</a> yang dikoordinir Syarifudin Siregar dan Ferdinand Sihaloho mengusulkan besaran ILP sebesar Rp200.000 per kios untuk Blok A dan Blok B. Alasannya, kondisi ekonomi pedagang saat ini sedang sulit.</p><p>Menanggapi hal itu, Bupati Vickner mengajukan opsi Rp300.000 per kios. Namun dengan catatan penting, pedagang dilibatkan langsung dalam pengawasan.</p><p>"Kita akan membentuk tim monitoring, yang mengikut sertakan para pedagang dalam memberikan masukan terkait kinerja PD.Pasar maupun menganalisa keluhan pedagang nantinya," kata Vickner.</p><p>Langkah yang ditawarkan Bupati bukan keputusan final. Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama selama minimal 3 bulan ke depan, dan bisa diperpanjang hingga akhir 2027.</p><p>"Keputusan hari ini tentu belumlah langsung menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi pedagang. Namun pada dasarnya kita berada dalam satu kapal besar, untuk itu mari kita monitor bersama. Dari hasil monitoring itu nanti dapat dilakukan tinjauan ulang terhadap keputusan yang akan dituangkan dalam keputusan bupati," jelas Vickner.</p><p>Bupati juga membeberkan alasan di balik penyesuaian. <a href="https://www.asatupro.com/tag/pd-pasar/" target="_blank">PD Pasar</a> Sidikalang merupakan perusahaan daerah yang tidak mendapat penyertaan modal dari Pemkab. Sehingga dituntut mandiri dan menghasilkan keuntungan agar operasional tetap berjalan.</p><p>Selain itu, Pemkab juga berkomitmen mencari sumber dukungan lain bagi <a href="https://www.asatupro.com/tag/pd-pasar/" target="_blank">PD Pasar</a> dan mendengarkan keluhan pedagang terkait sepinya pembeli di Blok A dan B.</p><p>Pertemuan yang berlangsung cair itu dihadiri Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Asisten Perekonomian Junihardi Siregar, Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring, Kabag Hukum Arjun Nainggolan, serta Direktur <a href="https://www.asatupro.com/tag/pd-pasar/" target="_blank">PD Pasar</a> Lumpin Pangaribuan beserta jajaran direksi dan Badan Pengawas.</p><p>Turut hadir Ketua TP PKK Ny. Rita Puspita Vickner Sinaga. Dengan skema monitoring bersama ini, Pemkab <a href="https://www.asatupro.com/tag/dairi/" target="_blank">Dairi</a> berharap tercipta keseimbangan antara kebutuhan <a href="https://www.asatupro.com/tag/pd-pasar/" target="_blank">PD Pasar</a> untuk bertahan dan kemampuan pedagang untuk bertahan usaha.</p><p>Apakah opsi Rp300 ribu dan pengawasan 3 bulan ini akan diterima pedagang? Hasil evaluasi ke depan akan menjadi jawabannya.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_8913_Bupati-Dairi-tawarkan-ILP-Rp-300-Ribu--Pedagang-Dilibatkan-Mengawasi-Kinerja-PD-Pasar-3-Bulan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/daerah/3753/bupati-dairi-tawarkan-ilp-rp-300-ribu-pedagang-dilibatkan-mengawasi-kinerja-pd-pasar-3-bulan/</link>
            <author><![CDATA[tumpal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JELAS VIOLASI UU! Usut Tuntas Penimbunan Sungai dan Hutan Bakau di Tembesi Batam</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 17:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JELAS VIOLASI UU! Usut Tuntas Penimbunan Sungai dan Hutan Bakau di Tembesi Batam]]></title>
            <description><![CDATA[JELAS VIOLASI UU! Usut Tuntas Penimbunan Sungai dan Hutan Bakau di Tembesi Batam]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Warga Perumahan Taman Anugerah, RW 13, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a>, mengecam keras aktivitas penimbunan Penyempitan aliran sungai  dan kawasan hutan bakau di wilayah tempat tinggal mereka. Aktivitas yang telah berlangsung hingga Jumat (11/9/2026) ini memicu keresahan mendalam karena dinilai memperparah ancaman banjir saban hujan deras mengguyur.</p><p>​Aliran sungai primer tersebut telah berfungsi sebagai drainase utama menuju laut sejak Perumahan Taman Anugerah didirikan pada 2004. Namun, area yang tadinya dipenuhi pohon bakau itu kini rata dengan tanah akibat Diduga aktivitas pematangan lahan (cut and fill) oleh oknum pengembang (developer).</p><p>​"Kami heran kenapa aktivitas yang mempersempit parit besar ini bisa berjalan. Tanpa ditimbun saja kompleks kami sudah rawan banjir, apalagi kalau jalurnya dipersempit seperti ini," ujar pengurus lingkungan RW 13 Taman Anugerah, 11 September 2026 (B. Siahaan).</p><p><img src="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/9872ed9fc22fc182d371c3e9ed316094_IMG-20260911-WA0143.jpg">​Hingga saat ini, pihak RT/RW setempat mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi maupun sosialisasi terkait identitas pengusaha atau pengembang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.</p><p><b>Aturan Ringkas Pelanggar: Ancam Pidana dan Denda Miliaran</b></p><p>​Penyempitan, penimbunan, maupun penutupan saluran air primer dan Daerah Aliran Sungai (<a href="https://www.asatupro.com/tag/das/" target="_blank">DAS</a>) secara sengaja merupakan pelanggaran hukum berat. Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia dan Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a>, aktivitas semacam ini tidak berdasar secara hukum dan tidak memiliki celah izin:</p><p>UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air: Larangan keras melakukan kegiatan yang merusak prasarana sumber daya air atau mengganggu fungsi aliran air. Pelanggaran yang memicu banjir dapat dijerat hukuman pidana penjara serta denda hingga miliaran rupiah.</p><p>​Perda Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a> No. 4 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Mengatur perlindungan kawasan resapan air dan lingkungan hidup dari pengrusakan sengaja.</p><p>​Instruksi Wali Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a>: Larangan penutupan atau penyempitan drainase secara permanen untuk mendukung program normalisasi yang digalakkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (<a href="https://www.asatupro.com/tag/dbmsda/" target="_blank">DBMSDA</a>) Kota <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a>.</p><p>​Langkah penimbunan ini bertolak belakang dengan upaya Pemerintah Kota (Pemko) <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a> dan Badan Pengusahaan (BP) <a href="https://www.asatupro.com/tag/batam/" target="_blank">Batam</a> yang tengah gencar memperluas drainase induk guna menghentikan titik-titik banjir di Sagulung.</p><p>Warga mendesak instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk segera turun ke lokasi dan menghentikan proyek penimbunan sebelum dampak banjir menelan lebih banyak kerugian materiil bagi masyarakat sekitar. (Red/Tim)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_2987_JELAS-VIOLASI-UU--Usut-Tuntas-Penimbunan-Sungai-dan-Hutan-Bakau-di-Tembesi-Batam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/daerah/3754/jelas-violasi-uu-usut-tuntas-penimbunan-sungai-dan-hutan-bakau-di-tembesi-batam/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 15:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, asatupro.com  Provinsi Sumatra Utara (Sumut) adalah pelopor sekaligus industrialisasi perkebunan kelapa sawit sejak era kolonialisme]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan, asatupro.com</b> - Provinsi Sumatra Utara (Sumut) adalah pelopor sekaligus industrialisasi perkebunan kelapa sawit sejak era kolonialisme Belanda dan kini menjadi sentra perkebunan sawit terbesar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak perusahaan kelapa sawit yang berkantor di Medan, ibukota Provinsi Sumut, dan memiliki perkebunan di berbagai provinsi di pulau Sumatera  dan pulau lainnya di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tetapi dari sekian banyak perusahaan sawit di Sumut itu, baru beberapa saja yang mau dan berani melakukan IPO," kata <a href="https://www.asatupro.com/tag/muhammad-pintor-nasution/" target="_blank">Muhammad Pintor Nasution</a> selaku Kepala PT <a href="https://www.asatupro.com/tag/bursa-efek-indonesia/" target="_blank">Bursa Efek Indonesia</a> (BEI) Perwakilan Medan, Kamis (10/9/2026) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fakta tersebut dilontarkan Pintor Nasution dalam acara "Sarapan Bersama Wartawan" di Warung Kopi Wak Nur, Jl. Uskup Agung, Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai informasi, IPO adalah <a href="https://www.asatupro.com/tag/initial-public-offering/" target="_blank">Initial Public Offering</a> atau Penawaran Saham Perdana, dan kegiatan ini dilakukan oleh PT BEI sebagai pengelola pasar modal Indonesia terhadap perusahaan yang dianggap memenuhi syarat untuk menggelar IPO.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_7489_.jpg"><br></p><br>Syarat untuk bisa menggelar IPO, ungkap Pintor Nasution, adalah harus ada transparansi di berbagai aspek, baik finansial atau pun lainnya, dari pihak perusahaan kepada BEI sebagai salah satu regulator bursa saham.<br></p><hr><br>"Nah, kami itu melihat perusahaan - perusahaan sawit di Sumut banyak yang takut bersikap transparan. Padahal harus bisa dibedakan antara bersikap transparan dengan ditelanjangi atau dikuliti perusahaannya," sambung Pintor kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Sumut yang enggan melakukan IPO, kata dia lagi, tidak hanya yang berkaliber raksasa, melainkan juga yang masuk dalam kelas di bawahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Untuk yang berkaliber raksasa, ada itu perusahaan sawit yang dari dulu memang semacam sudah dikunci pemiliknya untuk tidak usah IPO," ucap Pintor Nasution lalu memberikan sejumlah contoh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal dengan ikut IPO, perusahaan sawit akan mendapatkan dana segar dari para investor saham dan dana itu kemudian dapat dipergunakan untuk pengembangan usaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Situasi itu umumnya terlihat pada perusahaan sawit yang bermain di sektor hulu atau perkebunan, namun berbeda halnya di sektor hilir yang merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_7386_.jpg"><br></p><br>"Kalau perusahaan sawit ikut IPO, biasanya mereka pakai dana segar dari publik atau investor saham untuk pengembangan usaha, terutama di hilir seperti untuk pembangunan refineri, dan lainnya," ujarnya.<br></p><hr><br>"Penggunaan dana investor saham secara benar oleh perusahaan, termasuk perusahaan sawit, akan menumbuhkan kepercayaan yang kuat dari publik terhadap perusahaan itu sendiri," ujarnya.</p><br></p>"Dan hal sekaligus memunculkan minat masyarakat untuk terjun menjadi investor saham," tegas  <a href="https://www.asatupro.com/tag/muhammad-pintor-nasution/" target="_blank">Muhammad Pintor Nasution</a> selaku Kepala PT BRI Perwakilan Medan.<br></p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_3071_Banyak-Perusahaan-Sawit-di-Sumut-Takut-Gelar-IPO--Ini-Penyebabnya-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3752/banyak-perusahaan-sawit-di-sumut-takut-gelar-ipo-ini-penyebabnya/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Standar Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis bagi PalmCo</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 12:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Standar Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis bagi PalmCo]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta, asatupro.com  Standar keberlanjutan atau sustanaility standard menjadi fondasi bagi PTPN III Subholding PTPN IV PalmCo dalam menja]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Jakarta, asatupro.com</b> - Standar keberlanjutan atau sustanaility standard menjadi fondasi bagi PTPN III Subholding <a href="https://www.asatupro.com/tag/ptpn-iv/" target="_blank">PTPN IV</a> <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> dalam menjalankan bisnis perkebunan kelapa sawit, baik hulu maupun hilir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Strategi dan Sustainability <a href="https://www.asatupro.com/tag/ptpn-iv/" target="_blank">PTPN IV</a> <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a>, <a href="https://www.asatupro.com/tag/ugun-untaryo/" target="_blank">Ugun Untaryo</a>, dalam sebuah keterangan resmi yang diterima sejumlah media, Jumat (12/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menambahkan bahwa penerapan standar keberlanjutan menjadi fondasi untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG berjalan secara terukur dan terintegrasi dalam kegiatan perusahaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, penguatan standar Keberlanjutan juga berjalan seiring dengan implementasi ekonomi sirkular melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan limbah kelapa sawit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, sambung <a href="https://www.asatupro.com/tag/ugun-untaryo/" target="_blank">Ugun Untaryo</a> lagi, mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_125_.jpg"><br></p><br>"Iplementasi ekonomi sirkular juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan nilai dari setiap sumber daya yang dimiliki," lanjut <a href="https://www.asatupro.com/tag/ugun-untaryo/" target="_blank">Ugun Untaryo</a>.<br></p><hr><br>Termasuk, beber <a href="https://www.asatupro.com/tag/ugun-untaryo/" target="_blank">Ugun Untaryo</a>, melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit yang tidak hanya menyelesaikan tantangan lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai tambah secara keekonomian,&quot; ujar <a href="https://www.asatupro.com/tag/ugun-untaryo/" target="_blank">Ugun Untaryo</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menegaskan, akselerasi tersebut tercermin dari realisasi ISO 9001 dengan capaian sebesar 85 persen dari target.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara ISO 14001 dengan capaian 69 persen dari target dan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penerapan Sistem Manajemen K3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012 dengan capaian 59 persen dari target.<br></p><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_5443_.jpg"><br></p><br>Nah, semuanya diproyeksikan sampai dengan Desember 2026 seluruh target sertifikasi Sistem Manajemen dapat tercapai 100 persen. <br></p><hr><br>Hal tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperkuat perlindungan pekerja sekaligus memastikan standar keselamatan menjadi bagian integral dari operasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekadar mengingatkan saja, ratusan unit perkebunan dan perusahaan kelapa sawit (PKS) milik PTPN III Subholding <a href="https://www.asatupro.com/tag/ptpn-iv/" target="_blank">PTPN IV</a> <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> berhasil meraih prestasi dan penghargaan Internasional Organization of Standarization (ISO).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan datang resmi pihak <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> yang diterima media, Jumat (12/9/2026), terungkap kalau capaian hingga Agustus 2026 ada sertifikasi sebanyak 176 unit perkebunan sawit tersertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ada 143 unit perkebunan sawit yang tersertifikasi ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, 191 unit Sistem Manajemen K3, 3 unit ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ada 8 Unit tersertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus mempertahankan progres sertifikasi RSPO sebanyak 67 PKS dan 124 kebun.</p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_7618_Standar-Keberlanjutan-Jadi-Fondasi-Bisnis-bagi-PalmCo.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3751/standar-keberlanjutan-jadi-fondasi-bisnis-bagi-palmco/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ratusan Unit Kebun dan PKS PalmCo Raih Sertifikasi ISO</guid>
            <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ratusan Unit Kebun dan PKS PalmCo Raih Sertifikasi ISO]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta, asatupro.com   Ratusan unit perkebunan dan perusahaan kelapa sawit (PKS) milik PTPN III Subholding PTPN IV PalmCo berhasil meraih ]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Jakarta, asatupro.com</b> -  Ratusan unit perkebunan dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/perusahaan-kelapa-sawit/" target="_blank">perusahaan kelapa sawit</a> (PKS) milik PTPN III Subholding <a href="https://www.asatupro.com/tag/ptpn-iv/" target="_blank">PTPN IV</a> <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> berhasil meraih prestasi dan penghargaan Internasional Organization of Standarization (ISO).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua itu membuktikan kalau <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> berusaha keras untuk mempercepat penguatan tata kelola dan penerapan standar global melalui akselerasi berbagai program sertifikasi di seluruh regional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan datang resmi pihak <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> yang diterima media, Jumat (12/9/2026), terungkap kalau capaian hingga Agustus 2026 ada sertifikasi sebanyak 176 unit perkebunan sawit tersertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ada 143 unit perkebunan sawit yang tersertifikasi ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, 191 unit Sistem Manajemen K3, 3 unit ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_125_.jpg"><br></p><br>Kemudian ada 8 Unit tersertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus mempertahankan progres sertifikasi RSPO sebanyak 67 PKS dan 124 kebun. <br></p><hr><br>Direktur Utama <a href="https://www.asatupro.com/tag/ptpn-iv/" target="_blank">PTPN IV</a> <a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a>, Jatmiko Krisna Santosa, menilai langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan operasional perkebunan semakin berstandar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Serta berkelanjutan dan mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang," lanjut mantan Direktur Utama (Dirut) PTPN III Riau ini &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menegaskan, percepatan sertifikasi merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan untuk memastikan penerapan standar global tidak berhenti pada aspek administratif &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi juga, sambung Jatmiko Krisna Santosa, menjadi sistem kerja yang terintegrasi dalam operasional seluruh wilayah kerja.</p><br><img src="https://www.asatupro.com/cdn/uploads/images/202609/_9682_.jpg"><br></p><br><a href="https://www.asatupro.com/tag/palmco/" target="_blank">PalmCo</a> melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata dan terintegrasi dalam operasional.<br></p><hr><br>"Dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,&quot; tegas Jatmiko Krisna Santosa.</p><hr>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_1204_Ratusan-Unit-Kebun-dan-PKS-PalmCo-Raih-Sertifikasi-ISO.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/perkebunan/3750/ratusan-unit-kebun-dan-pks-palmco-raih-sertifikasi-iso/</link>
            <author><![CDATA[hendrik]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sorotan Tajam Warga Langkat: Kapolres AKBP Hannry P.H. Tambunan Dituntut Tegas Usut Legalitas THM New Star Bukit Lawang</guid>
            <pubDate>Thu, 10 Sep 2026 10:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sorotan Tajam Warga Langkat: Kapolres AKBP Hannry P.H. Tambunan Dituntut Tegas Usut Legalitas THM New Star Bukit Lawang]]></title>
            <description><![CDATA[Sorotan Tajam Warga Langkat Kapolres AKBP Hannry P.H. Tambunan Dituntut Tegas Usut Legalitas THM New Star Bukit Lawang]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Desakan publik terhadap kejelasan hukum Tempat Hiburan Masyarakat (<a href="https://www.asatupro.com/tag/thm/" target="_blank">THM</a>) <a href="https://www.asatupro.com/tag/new-star/" target="_blank">New Star</a> di kawasan wisata <a href="https://www.asatupro.com/tag/bukit-lawang/" target="_blank">Bukit Lawang</a>, Kabupaten <a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a>, kian memuncak. Sikap tertutup dan enggan berkomentar dari Kapolres <a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a>, <a href="https://www.asatupro.com/tag/akbp-hannry-p-h--tambunan/" target="_blank">AKBP Hannry P.H. Tambunan</a>, S.E., S.I.K., saat dikonfirmasi mengenai legalitas tempat usaha tersebut menuai kritik keras dari berbagai elemen masyarakat.<p></p>Alih-alih memberikan transparansi untuk meredakan keresahan warga, pihak kepolisian dan instansi terkait justru memilih bungkam. Sikap tutup mulut ini dinilai mencederai keterbukaan informasi publik dan memicu spekulasi liar di tengah masyarakat terkait dugaan pelanggaran izin operasional di kawasan penyangga ekowisata tersebut.<p></p>​Jejak Ganti Nama: THM New Star tercatat kerap berganti identitas usaha, mulai dari nama Dragonfly hingga Blue Sky sebelum beroperasi dengan nama saat ini. Pola pergantian nama yang berulang ini memperkuat kecurigaan publik adanya upaya mengelabui aturan perizinan.<p></p>​Uji Transparansi Pimpinan Baru: Sebagai pejabat yang baru memegang komando di Polres <a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a> sejak Juli 2026, <a href="https://www.asatupro.com/tag/akbp-hannry-p-h--tambunan/" target="_blank">AKBP Hannry P.H. Tambunan</a> didesak segera menunjukkan ketegasan penegakan hukum guna membersihkan kawasan wisata dari potensi praktik ilegal.<p></p>​Ancaman Sosial-Ekologis: Keberadaan hiburan malam di kawasan konservasi dan wisata alam <a href="https://www.asatupro.com/tag/bukit-lawang/" target="_blank">Bukit Lawang</a> dikhawatirkan merusak norma sosial serta mencoreng citra pariwisata internasional yang selama ini dijaga.<p></p>​Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a> bersama jajaran Polres <a href="https://www.asatupro.com/tag/langkat/" target="_blank">Langkat</a> untuk segera turun tangan melakukan audit perizinan secara menyeluruh. Transparansi hukum menjadi harga mati agar kawasan wisata <a href="https://www.asatupro.com/tag/bukit-lawang/" target="_blank">Bukit Lawang</a> tetap steril dari aktivitas usaha yang menyalahi aturan dan meresahkan warga. (Red/Tim)<p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_7049_Sorotan-Tajam-Warga-Langkat--Kapolres-AKBP-Hannry-P-H--Tambunan-Dituntut-Tegas-Usut-Legalitas-THM-New-Star-Bukit-Lawang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/peristiwa/3749/sorotan-tajam-warga-langkat-kapolres-akbp-hannry-ph-tambunan-dituntut-tegas-usut-legalitas-thm-new-star-bukit-lawang/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I - III Resmi Dibuka</guid>
            <pubDate>Thu, 10 Sep 2026 07:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I - III Resmi Dibuka]]></title>
            <description><![CDATA[Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I  III Resmi Dibuka]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Dairi,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>&mdash;Dukung Akses Wisata dan Urai Kemacetan Jelang Pesta Luhutan Bolon 2026. Kodim 0206 Dairi bersama Pemerintah <a href="https://www.asatupro.com/tag/kabupaten-dairi/" target="_blank">Kabupaten Dairi</a> resmi membuka karya bhakti pembukaan jalan alternatif sepanjang 3 KM yang menghubungkan Desa <a href="https://www.asatupro.com/tag/silalahi/" target="_blank">Silalahi</a> I di Kaki Dolok Bukit Sibuarbuar menuju Desa <a href="https://www.asatupro.com/tag/silalahi/" target="_blank">Silalahi</a> III, Rabu (9/9/2026).</p><p>Pembukaan jalan yang dikerjakan secara swakelola ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Dairi dengan <a href="https://www.asatupro.com/tag/kodim-0206-dairi/" target="_blank">Kodim 0206/Dairi</a> di lokasi kegiatan.</p><p>Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah <a href="https://www.asatupro.com/tag/kabupaten-dairi/" target="_blank">Kabupaten Dairi</a> Surung Charles Bantjin mewakili Bupati Dairi Vickner Sinaga, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agel Siregar serta Kepala Dinas PUTR Masaraya Berutu.</p><p>Dari unsur TNI hadir Pabung <a href="https://www.asatupro.com/tag/kodim-0206-dairi/" target="_blank">Kodim 0206/Dairi</a> Mayor Czi M. Tambunan mewakili Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana.</p><p>Dalam sambutannya, Sekda Surung Charles Bantjin menyebut kegiatan ini merupakan wujud nyata karya bhakti TNI yang harus didukung seluruh pihak. Menurutnya, jalan alternatif ini sangat strategis untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sehari-hari.</p><p>"Mari kita bergandengan tangan, mari kita dukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Kami sangat mendukung pembukaan jalan ini, terlebih jalan ini menuju akses wisata. Salah satunya dalam waktu dekat akan berlangsung Pesta Luhutan Bolon Pomparan Raja <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a> 2026 di Bolahan Amak Tungkir Raja. Akan banyak pengunjung yang hadir, maka akses jalan ini sangat membantu memperlancar arus lalu lintas," ujar Sekda.</p><p>Ia juga menegaskan, dibukanya jalan alternatif ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan menjadi pintu masuk baru menuju <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a>.</p><p>Senada dengan itu, Pabung <a href="https://www.asatupro.com/tag/kodim-0206-dairi/" target="_blank">Kodim 0206/Dairi</a> Mayor Czi M. Tambunan menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemkab dan TNI. Ia berharap seluruh pihak saling mendukung agar pengerjaan berjalan sesuai target waktu.</p><p>"Jalan ini nantinya akan mempermudah dan mempercepat akses menuju <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a> khususnya menuju kawasan wisata Tugu <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a>. Ini momen yang harus kita apresiasi karena akan menjadi kebanggaan khususnya bagi masyarakat <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a>. Jadi mari kita saling mendukung dan saling menjaga," ucap Pabung.</p><p>Sebelum alat berat mulai bekerja, kegiatan diawali dengan acara adat hahomion yang dipimpin oleh Raja Turpuk <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a>. Prosesi adat ini menjadi simbol restu dan harapan agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.</p><p>Turut hadir Camat <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a> Iwan Simarmata, para Kepala Desa se-Kecamatan <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a>, Ketua Panitia Pesta Luhutan Bolon Pomparan Raja <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a> 2026 Adel Situngkir, serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.</p><p>Dengan dibukanya akses jalan alternatif ini, Pemkab Dairi dan <a href="https://www.asatupro.com/tag/kodim-0206-dairi/" target="_blank">Kodim 0206/Dairi</a> berharap konektivitas antar desa semakin baik, perekonomian warga meningkat, dan sektor pariwisata <a href="https://www.asatupro.com/tag/silahisabungan/" target="_blank">Silahisabungan</a> semakin berkembang.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_2253_Dukung-Pesta-Luhuton-Bolon-2026--Jalan-Alternatif-Silalahi-I---III-Resmi-Dibuka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/daerah/3748/dukung-pesta-luhuton-bolon-2026-jalan-alternatif-silalahi-i-iii-resmi-dibuka/</link>
            <author><![CDATA[tumpal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Industri dari Indorayon Ke TPL, Konflik Tak Kunjung Selesai, Presedium Sebat: Sutanto Tanoto Jangan Lepas Tanggung Jawab</guid>
            <pubDate>Wed, 09 Sep 2026 19:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Industri dari Indorayon Ke TPL, Konflik Tak Kunjung Selesai, Presedium Sebat: Sutanto Tanoto Jangan Lepas Tanggung Jawab]]></title>
            <description><![CDATA[Industri dari Indorayon Ke TPL, Konflik Tak Kunjung Selesai, Presedium Sebat Sutanto Tanoto Jangan Lepas Tanggung Jawab]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.asatupro.com/tag/jakarta/" target="_blank">Jakarta</a>,<a class="c_primary" href="https://www.asatupro.com">asatupro.com</a>-</b>Batara Budiono Siburian selalu Ketua Presidium <a href="https://www.asatupro.com/tag/serikat-batak/" target="_blank">Serikat Batak</a> menyampaikan sikap tegas terhadap sejarah panjang PT. Inti Indorayon Utama yang kemudian menjadi <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-toba-pulp-lestari/" target="_blank">PT Toba Pulp Lestari</a> Tbk (<a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>). Kronologi, angka, dokumen perusahaan, keputusan pemerintah, serta fakta bahwa persoalan korporasi ini telah berlangsung selama lebih dari empat dekade.</p><p>Karena itu kami menolak apabila persoalan Indorayon&ndash;<a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> dipersempit hanya menjadi konflik antara perusahaan dan sebagian masyarakat. Persoalannya jauh lebih besar: menyangkut penguasaan kawasan hutan, lingkungan hidup, tanah masyarakat, masyarakat adat, tata kelola perizinan dan siapa yang pada akhirnya harus bertanggung jawab ketika sebuah kegiatan usaha meninggalkan persoalan ekologis dan sosial.</p><p>Kronologi ini dimulai pada 26 April 1983 ketika <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inti-indorayon-utama/" target="_blank">PT Inti Indorayon Utama</a> didirikan. Dalam dokumen perusahaan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>, perusahaan mencatat bahwa kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan industri pulp dan kehutanan di Sumatera Utara. Pada 1984 perusahaan memperoleh hak atas kawasan hutan seluas 150.000 hektare melalui keputusan Menteri Kehutanan.</p><p>Hak tersebut kemudian diperbarui menjadi izin HTI dan mengalami sejumlah perubahan. Dokumen laporan tahunan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> mencatat bahwa melalui perubahan terakhir yang disebut dalam laporan, areal hak perusahaan pernah menjadi 188.055 hektare dengan jangka waktu hingga 1 Juni 2035.</p><p>Angka tersebut harus kita pahami dengan serius. 150.000 hektare bukan angka kecil, 188.055 hektare juga bukan angka kecil. Ini adalah wilayah yang luasnya lebih besar daripada banyak kabupaten/kota di Indonesia. Ketika negara memberikan hak pengusahaan atau pemanfaatan hutan dengan skala sebesar itu kepada sebuah korporasi, konsekuensinya juga harus sebesar tanggung jawab yang dibebankan kepada korporasi.</p><p>Semakin luas ruang yang dikelola, semakin besar pula kewajiban menjaga fungsi ekologis, menghormati masyarakat, dan memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kawasan. Kegiatan komersial perusahaan mulai berjalan pada akhir 1980-an. Laporan tahunan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> mencatat amortisasi hak pengusahaan dan pemanfaatan hutan dimulai sejak 1 April 1989, yang disebut sebagai hari pertama operasi komersial. Artinya, jika dihitung sampai 2026, sejarah kegiatan komersial tersebut telah berlangsung sekitar 37 tahun.</p><p>Pada 1990, perusahaan melakukan penawaran saham kepada publik. Dengan demikian persoalan Indorayon kemudian bukan lagi hanya urusan pemilik modal dan manajemen, tetapi juga menjadi persoalan perusahaan terbuka yang memiliki kewajiban transparansi dan akuntabilitas kepada publik dan pemegang saham.</p><p>Kemudian terjadi salah satu periode paling penting dalam sejarah konflik Indorayon. Pada 1998 operasi <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-inti-indorayon-utama/" target="_blank">PT Inti Indorayon Utama</a> dihentikan dalam konteks konflik sosial dan lingkungan yang sangat besar. Berbagai catatan sejarah mengenai konflik tersebut mendokumentasikan protes masyarakat, persoalan pencemaran yang diperdebatkan, bentrokan, serta desakan agar kegiatan perusahaan dihentikan.</p><p>Karena sebagian catatan tersebut berasal dari pihak masyarakat sipil dan bukan seluruhnya merupakan putusan pengadilan, kami tidak menjadikannya sebagai vonis hukum. Tetapi fakta bahwa konflik tersebut begitu besar dan sampai menyebabkan penghentian operasi merupakan bagian dari sejarah yang tidak boleh dihapus.</p><p>Perusahaan kemudian kembali beroperasi dan menggunakan nama <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-toba-pulp-lestari/" target="_blank">PT Toba Pulp Lestari</a>. Pada 2003, persoalan mengenai pembukaan kembali operasi kembali memunculkan penolakan dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil.</p><p>Bahkan dalam catatan Komnas HAM yang diberitakan pada masa itu terdapat dorongan penyelesaian melalui mekanisme hukum terhadap konflik masyarakat dan perusahaan. Sejarah ini menunjukkan satu hal: perubahan nama dari Indorayon menjadi <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> tidak otomatis menghapus konflik sosial yang telah berlangsung sebelumnya.</p><p>Puluhan tahun kemudian persoalan tersebut belum benar-benar berakhir. Konflik masyarakat adat dengan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> masih muncul di berbagai wilayah, termasuk Sihaporas dan Natumingka. Masyarakat adat mempertahankan klaim atas wilayah yang mereka anggap sebagai tanah leluhur, sementara perusahaan memiliki dasar perizinan kehutanan atas kawasan tersebut. Bagi kami, konflik seperti ini tidak boleh diwariskan dari generasi ke generasi.</p><p>Negara harus menyelesaikannya berdasarkan peta, dokumen sejarah, bukti penguasaan, hukum adat, hukum nasional, dan prinsip hak asasi manusia. Sekarang kita masuk ke fakta paling penting pada 2026. Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 87 Tahun 2026 tanggal 26 Januari 2026 tentang Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan atas nama <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-toba-pulp-lestari/" target="_blank">PT Toba Pulp Lestari</a> Tbk di Provinsi Sumatera Utara. <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> kemudian mengungkapkan kepada publik bahwa perusahaan telah menerima keputusan tersebut dan menghentikan kegiatan pemanfaatan hutan di dalam areal PBPH.</p><p>Yang jauh lebih serius adalah alasan yang tercantum dalam pemberitaan mengenai Kepmenhut tersebut. Salah satu pertimbangan pencabutan adalah adanya temuan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan mengenai bukaan tanpa izin seluas kurang lebih 2.169 hektare yang diduga mengakibatkan banjir.</p><p>Kepmenhut juga mempertimbangkan bahwa areal PBPH <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> berada di dalam DAS Batangtoru yang memiliki fungsi penting dalam mencegah bencana dan melindungi ekosistem sumber daya hutan, serta adanya aduan konflik tenurial yang berkaitan dengan dugaan terlanggarnya hak masyarakat adat dan/atau masyarakat sekitar konsesi.</p><p>2.169 hektare adalah angka yang sangat serius. Kita tidak sedang berbicara tentang beberapa bidang tanah. Kita sedang berbicara tentang kawasan sekitar 21,69 juta meter persegi. Karena itu, kami meminta angka tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam keputusan administratif. Pemerintah harus menjelaskan secara terbuka: di mana lokasinya, kapan pembukaan itu terjadi, siapa yang melakukan, untuk kegiatan apa, bagaimana status hukumnya, dan berapa kerugian ekologis yang ditimbulkan. Dokumen perusahaan juga memberikan angka lain yang penting.</p><p>Dalam laporan tahunannya, <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> mencatat bahwa pada 31 Desember 2024, total areal tanaman perusahaan mencapai 58.680 hektare, terdiri dari 44.174 hektare HTI dan 14.506 hektare tanaman yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Perusahaan juga mencatat sekitar 2.707 hektare tanaman tidak dapat digunakan karena berbagai alasan termasuk kebakaran, penyesuaian data ukur, kualitas dan pertumbuhan tanaman serta hama dan penyakit.</p><p>Kami tidak mengatakan bahwa seluruh angka tersebut merupakan kerusakan lingkungan. Tidak, justru data tersebut harus dibaca secara ilmiah dan diaudit. Kami menolak propaganda dari dua arah sekaligus: kami menolak perusahaan dinyatakan bersalah hanya berdasarkan opini, tetapi kami juga menolak masyarakat dipaksa percaya bahwa seluruh aktivitas perusahaan otomatis tidak menimbulkan persoalan hanya karena perusahaan memiliki izin.</p><p>Karena itu, kami kembali kepada persoalan <a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a>. Kami menyebut nama tersebut karena <a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a> memiliki hubungan historis dengan pendirian dan perkembangan awal Indorayon.  Pertanyaan kami jauh lebih serius: bagaimana struktur pengendalian korporasi dari 1983 sampai hari ini, siapa yang menjadi pemilik manfaat pada setiap periode, siapa yang membuat keputusan strategis, dan bagaimana pertanggungjawaban korporasi dibagi ketika terjadi persoalan? Jika ada pihak yang mengatakan <a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a> tidak lagi mempunyai hubungan pengendalian dengan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>, maka buka dokumen dan tunjukkan kepada publik. Jika terdapat periode ketika ia memiliki hubungan pengendalian atau manfaat ekonomi, maka periode tersebut juga harus dijelaskan secara transparan.</p><p>Kami juga menegaskan bahwa pencabutan PBPH <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> bukan vonis pidana terhadap <a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a> maupun individu mana pun. Tetapi pencabutan izin adalah fakta administratif yang sangat penting dan tidak boleh diperlakukan sebagai peristiwa biasa.</p><p>Pemerintah sendiri melalui keputusan tersebut telah menyatakan adanya pertimbangan terkait kawasan DAS, konflik tenurial, dan temuan bukaan tanpa izin sekitar 2.169 hektare. Maka kewajiban negara berikutnya adalah memastikan pemulihan lingkungan dan penyelesaian hak masyarakat benar-benar terjadi.</p><p>Kami juga mencatat bahwa <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> pada Januari 2026 mengungkapkan adanya gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam keterbukaan informasi perusahaan. Daftar keterbukaan informasi resmi <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> mencantumkan dokumen "Lawsuit by the Ministry of Environment and Forestry against PT <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>" tanggal 22 Januari 2026, serta dokumen pencabutan PBPH tanggal 10 Februari 2026. Karena itu, seluruh proses hukum tersebut harus dibuka kepada publik dan masyarakat harus dapat mengikuti perkembangannya.</p><ol><li>Pemerintah melakukan audit ekologis independen dan menyeluruh terhadap seluruh wilayah yang pernah dan sedang menjadi areal kegiatan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>. Audit harus mencakup hutan, DAS Batangtoru, sumber air, tanah, biodiversitas, kawasan lindung serta dampak ekologis dari kegiatan industri.</li><li>Buka seluruh data dan peta perizinan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> sejak 1983 sampai 2026. Masyarakat berhak mengetahui perubahan luas dari hak awal 150.000 hektare, perkembangan perizinan hingga pernah tercatat 188.055 hektare, batas-batas kawasan, perubahan izin, tata batas serta dasar hukum setiap perubahan tersebut.</li><li>Usut secara transparan dugaan temuan sekitar 2.169 hektare bukaan tanpa izin yang menjadi salah satu pertimbangan pencabutan PBPH. Pemerintah harus membuka lokasi, kronologi, pelaku, status hukum, dampak ekologis, dan kewajiban pemulihannya. Jangan biarkan angka 2.169 hektare hanya menjadi angka di atas kertas.</li><li>Periksa <a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a> karena kami duga sebagai oknum yang bermain dibalik dugaan sejarah panjang PT. Inti Indorayon Utama yang kemudian menjadi PT.Toba Pulp Lestari Tbk (<a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a>)</li><li>Kami menuntut seluruh kewajiban pemulihan lingkungan dan hak masyarakat diselesaikan sebelum persoalan <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> dianggap selesai. Pencabutan izin tidak boleh menjadi jalan keluar untuk meninggalkan persoalan di lapangan.</li></ol><p>Kami menegaskan kembali bahwa <a href="https://www.asatupro.com/tag/serikat-batak/" target="_blank">Serikat Batak</a> tidak anti investasi dan tidak anti industri. Kami justru menghendaki investasi tetapi yang tunduk pada hukum, menghormati masyarakat adat, menjaga lingkungan, dan transparan. Yang kami tolak adalah pembangunan yang menjadikan rakyat sebagai korban dan lingkungan sebagai biaya yang tidak pernah dihitung. Kepada pemerintah, kami katakan jangan berhenti pada pencabutan izin.</p><p>Kepada aparat penegak hukum,  jika bukti menunjukkan adanya pertanggungjawaban individu dan kepada <a href="https://www.asatupro.com/tag/pt-toba-pulp-lestari/" target="_blank">PT Toba Pulp Lestari</a> kami katakan bahwa demi menghindari polemik maka buka seluruh data dan hormati proses hukum. Dan kepada siapa pun yang pernah mempunyai hubungan pengendalian atau manfaat ekonomi dari sejarah korporasi ini,  masyarakat berhak mengetahui fakta dan negara wajib membuktikannya.</p><p><a href="https://www.asatupro.com/tag/sukanto-tanoto/" target="_blank">Sukanto Tanoto</a>, kami tidak memberikan vonis tetapi kami menyampaikan satu pesan sejarah tidak boleh dihapus. Jika tidak ada lagi hubungan pengendalian, jelaskan berdasarkan dokumen dan jika pernah ada hubungan pengendalian jelaskan secara terbuka.</p><p>Dan apabila penegak hukum menemukan bukti keterlibatan pidana siapa pun maka tidak boleh ada kekuatan modal yang menghalangi proses hukum. Karena itu hari ini kami berdiri dengan satu sikap yaitu Indorayon&ndash;<a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> harus dibaca sebagai sejarah panjang yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sejarah yang boleh dilupakan.</p><p>Empat puluh tiga tahun sejak perusahaan didirikan pada 1983, masyarakat masih berhadapan dengan pertanyaan mengenai lingkungan, tanah, konsesi, dan konflik. Pada 2026 pemerintah telah mencabut PBPH <a href="https://www.asatupro.com/tag/tpl/" target="_blank">TPL</a> dan keputusan tersebut menyebut persoalan kawasan DAS, konflik tenurial, serta temuan bukaan tanpa izin sekitar 2.169 hektare.</p><p>Maka sekarang waktunya negara menjawab seluruh pertanyaan yang tersisa. Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami meminta hukum berlaku sama. Kami tidak meminta seseorang dihukum tanpa bukti. Kami meminta bukti dibuka dan diperiksa. Kami tidak menolak investasi tetapi kami menolak impunitas.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.asatupro.com/uploads/images/2026/09/_9687_Industri-dari-Indoraton-Ke-TPL--Konflik-Tak-Kunjung-Selesai--Presedium-Sebat--Sutanto-Tanoto-Jangan-Lepas-Tanggung-Jawab.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.asatupro.com/peristiwa/3747/industri-dari-indorayon-ke-tpl-konflik-tak-kunjung-selesai-presedium-sebat-sutanto-tanoto-jangan-lepas-tanggung-jawab/</link>
            <author><![CDATA[zulham]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>